12 Kampus Ikut Demo Mahasiswa Hari Ini, Berikut 5 Tuntutannya
Jumat, 19 Juni 2026 | 15:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sekitar 100 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Persatuan Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). Massa aksi merupakan gabungan mahasiswa dari 12 perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya yang menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.
Adapun kampus yang tergabung dalam aksi tersebut, antara lain Universitas Jayabaya, Universitas Ibnu Chaldun, Universitas Bina Insani, Sekolah Tinggi Ilmu Perbankan, Universitas Nahdlatul Ulama, Universitas Islam As-Syafiiyah, Universitas Krisnadwipayana, Universitas Islam Jakarta, Universitas PTIQ, STAI Al-Hikmah, STAI Sadra, dan Universitas Cendekia Abditama.
Berdasarkan pantauan Beritasatu.com sekitar pukul 14.50 WIB, massa mahasiswa tiba di ujung Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya di kawasan simpang Patung Kuda. Sebelum tiba di lokasi, para mahasiswa melakukan aksi longmarch dari kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Aksi demonstrasi tersebut berdampak pada arus lalu lintas di sekitar lokasi. Aparat kepolisian menutup sebagian akses Jalan Medan Merdeka Selatan dengan memasang barikade.
Arus kendaraan dari arah timur diberlakukan sistem buka tutup, sedangkan jalur dari arah barat hanya dibuka satu lajur di sisi kiri jalan untuk mengurangi kepadatan kendaraan.
Sejak pagi, personel kepolisian dari jajaran Polda Metro Jaya telah bersiaga di sekitar lokasi aksi. Pengamanan juga diperkuat dengan kendaraan taktis untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama demonstrasi berlangsung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 340 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi mahasiswa tersebut.
Dalam aksi tersebut, BEM Persatuan Indonesia menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah.
Pertama, mahasiswa mendesak pemerintah melakukan evaluasi terhadap kinerja lembaga negara dan berbagai program strategis nasional, termasuk program makan bergizi gratis (MBG) serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, agar pelaksanaannya sesuai dengan aturan dan prinsip tata kelola yang baik.
Kedua, mereka mengecam segala bentuk persekusi terhadap ruang diskusi karena dinilai bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi. Mahasiswa juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kondusivitas.
Ketiga, mahasiswa meminta pemerintah menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, memastikan subsidi tepat sasaran, serta melindungi daya beli masyarakat.
Keempat, mereka mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan maupun belum terverifikasi.
Kelima, mahasiswa meminta pejabat publik berperan sebagai penghubung aspirasi rakyat, bukan justru memperkeruh situasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Selain itu, BEM Persatuan Indonesia juga secara terbuka menantang Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono untuk hadir berdialog langsung dengan mahasiswa.
"Meminta pejabat publik menjadi penghubung aspirasi rakyat, bukan memperkeruh keadaan. Kami menantang Wamentan Sudaryono hadir berdialog dengan mahasiswa secara terbuka dan mengedepankan argumen," demikian pernyataan BEM Indonesia Bersatu.
Hingga aksi demonstrasi berlangsung, situasi di kawasan Patung Kuda terpantau kondusif dengan pengawalan aparat keamanan. Mahasiswa terus menyampaikan orasi secara bergantian sambil menyuarakan tuntutan yang mereka nilai penting untuk diperhatikan pemerintah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




