ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Eks Pimpinan: Isu Taliban di KPK Hoax Politik

Jumat, 7 Mei 2021 | 19:44 WIB
FS
WM
Penulis: Fana F Suparman | Editor: WM
Busyro Muqoddas.
Busyro Muqoddas. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menegaskan, narasi adanya taliban di tubuh lembaga antikorupsi merupakan isu hoax politik. Isu taliban kembali berembus terkait kegagalan 75 pegawai KPK lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Busyro menegaskan, dari 75 pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan, delapan di antaranya beragama Nasrani dan Buddha.

"Fakta ini menunjukkan bahwa isu radikalisme, taliban, sama sekali tidak pernah ada," kata Busyro dalam diskusi daring, Jumat (7/5/2021).

Dalam kesempatan ini, Busyro menegaskan kembali munculnya narasi taliban seiring dengan hasil TWK para pegawai KPK menunjukan adanya radikalisme politik yang dilakukan oleh buzzer.

ADVERTISEMENT

"Radikalisme yang dilakukan imperium buzzer yang selalu mengotori perjalanan nilai-nilai keutamaan bangsa itu," tegasnya.

Untuk itu, Busyro mengajak semua pihak menyelamatkan KPK. Busyro menegaskan, jangan sampai ke-75 pegawai KPK itu dipaksa mundur dengan alasan apapun.

"Jangan sampai 75 pegawai KPK itu dipaksa mundur dengan dalih apapun juga, Karena tes wawasan kebangsaan itu tidak memiliki legitimasi moral, akademis, dan metodelogi," ujarnya.

Diketahui, KPK membenarkan terdapat 75 pegawai yang dinyatakan tidak lulus TWK. Berdasarkan informasi, dari 75 pegawai itu, terdapat nama penyidik senior Novel Baswedan; Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo; Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Giri Suprapdiono; serta sejumlah Kasatgas dari internal KPK, pengurus inti wadah pegawai, dan puluhan pegawai KPK lainnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon