ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Misbakhun Sarankan Menkeu Tarik RUU KUP Pemicu Polemik

Sabtu, 12 Juni 2021 | 22:21 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Sri Mulyani.
Sri Mulyani. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyarankan agar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani segera menarik Rancangan Undang-undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP) yang memuat rencana pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) pada bahan pokok atau sembako dan sektor pendidikan.

"Tarik dan revisi, karena isi RUU KUP itu sangat tidak populer dan pemicu polemik," tegas Misbakhun di Jakarta, Sabtu (12/6/2021).

Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu menilai Menkeu telah mencoreng citra pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sangat peduli rakyat kecil.  Menkeu harus bertanggung jawab atas polemik soal RUU KUP tersebut

"Polemik yang terjadi dan penolakan keras di masyarakat atas rencana Menkeu ini sangat memengaruhi citra Presiden Jokowi dan pemerintahan yang dikenal sangat pro rakyat kecil," ujar politikus Partai Golkar itu.

ADVERTISEMENT

Misbakhun memaparkan alasannya soal bahan pokok, sektor pendidikan, dan keesehatan tidak boleh dipajaki.

Menurutnya, ketiga sektor itu merupakan amanat konstitusi dalam rangka mewujudkan kesejahteraan sebagai tujuan negara.

"Kalau beras dijadikan objek pajak dan dikenakan PPN, pengaruhnya pada kualitas pangan rakyat. Rakyat butuh pangan yang bagus agar kualitas kehidupan mereka juga baik," kata Misbakhun.

Wakil rakyat asal Pasuruan, Jawa Timur itu juga menentang ide Sri Mulyani tentang PPN sektor pendidikan. Menurutnya, pendidikan adalah simbol pembangunan karakter sebuah bangsa.

"Pendidikan itu menunjukkan kualitas SDM sebuah negara. Kalau pendidikan sampai dijadikan objek pajak dan dikenakan tarif PPN, kualitasnya akan terpengaruh," ulas Misbakhun.

Misbakhun menganggap isi RUU KUP yang memuat rencana pengenaan PPN terhadap sektor pendidikan dan pangan justru membuktikan Sri Mulyani gagal membuat kebijakan yang merujuk pada amanat konstitusi. Alasannya, konstitusi mengamanatkan berbagai sektor yang harus dijaga dengan semangat gotong royong.

"Apakah Menkeu lelah mencintai negeri ini? Beliau tidak boleh lelah mencintai negara ini dengan cara membuat kebijakan yang terkoneksi pada tujuan kita bernegara di konstitusi," sambung Misbakhun.

Politikus yang dikenal getol membela kebijakan Presiden Jokowi itu juga mempertanyakan argumen Menkeu soal PPN untuk sembako dan pangan baru diterapkan setelah pandemi Covid-19 berlalu.

Menurut Misbakhun, alasan itu tidak rasional karena sampai saat ini belum ada satu pun ahli atau lembaga tepercaya yang mampu memprediksi akhir pandemi Covid-19.

Misbakhun mengingatkan Menkeu mampu menunjukkan diri sebagai figur yang telah memperoleh berbagai penghargaan internasional. Seharusnya, kata Misbakhun, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu punya ide berkelas global tentang cara menaikkan tax ratio dan penerimaan pajak tanpa harus menerapkan PPN pada sembako dan pendidikan.

"Masih banyak ruang kreativitas pengambil kebijakan untuk menaikkan penerimaan pajak. Menaikkan tarif pajak dan menambah objek pajak baru sejatinya bukan cara yang menunjukkan kelas Menteri Keuangan yang punya banyak penghargaan," ujar Misbakhun.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Utang Negara Naik, Menkeu Purbaya: Jangan Khawatir

Utang Negara Naik, Menkeu Purbaya: Jangan Khawatir

EKONOMI
Keterangan Menkeu Purbaya Mengenai Tax Amnesti

Keterangan Menkeu Purbaya Mengenai Tax Amnesti

MULTIMEDIA
Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Kuartal I 2026

Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Kuartal I 2026

MULTIMEDIA
Restitusi Pajak Membengkak, Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu

Restitusi Pajak Membengkak, Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu

EKONOMI
Diisukan Masuk Rumah Sakit, Purbaya: Sudah Keluar Lagi

Diisukan Masuk Rumah Sakit, Purbaya: Sudah Keluar Lagi

EKONOMI
Kemenkeu Rombak Masif 1.585 Pejabat, 3 Dirjen Resmi Diganti

Kemenkeu Rombak Masif 1.585 Pejabat, 3 Dirjen Resmi Diganti

MULTIMEDIA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon