ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Presidential Threshold Buat Ruang Gerak Politik Tak Leluasa

Sabtu, 12 Juni 2021 | 22:36 WIB
LT
WM
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: WM
Pangi Syarwi Chaniago
Pangi Syarwi Chaniago (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research dan Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) sebesar 20% akan membuat ruang gerak politik menjadi terkunci dan tidak leluasa.

Dengan demikian, koalisi partai dan penentuan pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden akan terpengaruh dengan presidential threshold sebesar 20% suara sah nasional dalam pemilu legislatif atau sekurang-kurangnya 25% kursi di DPR. Hal itu diatur dalam Pasal 222 Undang-Undang (UU) 7/2017 tentang Pemilu.

"Jadi presidential threshold sebesar 20% itu membuat ruang gerak politik terkunci dan tidak leluasa," kata Pangi Syarwi Chaniago, kepada Beritasatu.com, Sabtu (12/6/2021).

Kenapa terbatas, lanjut Pangi, karena kendali ruang gerak politik berada di tangan Ketua Umum partai politik. Sebagai ketua umum partai, mereka secara otomatis mengantongi kesempatan maju sebagai calon presiden (capres).

ADVERTISEMENT

"Remote control itu dikendalikan penuh oleh segelintir ketua umum partai yang mengantongi tiket pencapresan. Sehingga menjadi sebuah tradisi partai politik di Indonesia, kalau kita menjadi ketua umum partai, maka otomatis menjadi capres," ujar Pangi Syarwi Chaniago.

Hal lain yang membuat ruang gerak politik terbatas, menurut Pangi, adalah plafon ideologi partai yang berbeda sehingga tidak memunculkan titik temu membangun koalisi partai politik dalam Pilpres 2024.

"Koalisi itu tergantung pada DNA partai. Karena kita tahu lah, plafon ideologi PKS dan PDIP enggak bakal ketemu. Kemudian secara chemistry, PDIP dan Demokrat juga tidak akan ketemu. Itu juga yang membuat ruang geraknya makin terbatas," terang Pangi Syarwi Chaniago.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hercules Klaim Pernah Ditawari Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo

Hercules Klaim Pernah Ditawari Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo

NASIONAL
KPK Tak Temukan Bukti Uang Korupsi Taspen Mengalir ke Pilpres 2024

KPK Tak Temukan Bukti Uang Korupsi Taspen Mengalir ke Pilpres 2024

NASIONAL
Santai Bahas Rivalitas, Prabowo: Anies Bikin Mak-mak Kasihan ke Saya

Santai Bahas Rivalitas, Prabowo: Anies Bikin Mak-mak Kasihan ke Saya

NASIONAL
Prabowo: Saya Enggak Dendam Sama Anies, Dia yang Bantu Aku Menang

Prabowo: Saya Enggak Dendam Sama Anies, Dia yang Bantu Aku Menang

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon