Kementerian PPPA dan APPNIA Gelar Nobar HAN 2022 di Sekolah Darurat Kartini
Senin, 8 Agustus 2022 | 21:01 WIB
Sebagai informasi, sejak berdiri 27 tahun lalu, APPNIA memiliki rekam jejak panjang dalam mendukung upaya pemerintah, terutama dalam pemenuhan gizi dan peningkatan kesehatan ibu dan anak dengan mengedepankan kegiatan pemasaran produk secara etis dan patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Untuk mendukung kesehatan ibu dan anak, anggota APPNIA secara konsisten melakukan inovasi, peningkatan mutu dan fortifikasi produk dengan berbagai vitamin dan mineral pendukung sesuai kebutuhan seperti fortifikasi zat besi, yodium, zinc, vitamin A, asam folat, dan zat gizi lainnya.
Baca Juga: Moeldoko: Hari Anak Nasional Jadi Momentum Wujudkan Generasi Emas 2045
Selain itu, sebagai mitra pemerintah, anggota APPNIA juga senantiasa melakukan berbagai program keberlanjutan dan community development yang berkolaborasi dengan berbagai mitra, di antaranya edukasi seimbang melalui Program Duta 1000 HPK (peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan penguatan kesehatan ibu dan anak), Warung Anak Sehat, Intervensi Gizi bagi daerah stunting di NTT, Suplementasi dan Edukasi Gizi Seimbang, Healthy Kids & Kebun Sekolah, serta Mobil Unit Layanan Gizi Ibu & Anak.
Sementara, Sekolah Darurat Kartini Ibu Kembar merupakan sekolah darurat bagi anak-anak kaum marginal, yang lahir dari kepedulian Sri Rosyati (Rossy) dan Sri Irianingsih (Rian). Sejak 1990, dua guru kembar itu mengabdikan diri mengajar anak-anak jalanan dan putus sekolah, tanpa menerima bayaran sepeser pun. Anak didik yang diajar mulai dari usia PAUD hingga SMA, yang seluruhnya berasal dari keluarga miskin ibu kota.
Baca Juga: Menkes: Hari Anak Nasional Momentum Pemenuhan Hak Kesehatan Anak
Sekolah yang berlokasi di pinggiran rel dan kolong jembatan, Kampung Walang, Jakarta Utara itu, sempat lima kali pindah lokasi akibat terkena gusur Pemprov DKI Jakarta. Seiring perjalanannya yang jatuh bangun, Sekolah Darurat Kartini cukup banyak menerima sumbangan dari berbagai donatur.
Saat ini jumlah murid yang terus bertambah hingga mencapai ratusan anak. Hal ini menunjukkan betapa tingginya keinginan anak-anak kolong jembatan untuk menimba ilmu pendidikan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




