Soal IKN, AHY: Menunda Proyek Strategis Nasional Bukan Hal Tabu
Jumat, 16 September 2022 | 17:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan menunda proyek strategis nasional bukanlah hal yang tabu. Untuk itu, AHY berharap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf tidak memaksakan proyek strategis nasional seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan di tengah situasi seperti saat ini.
"Menunda pembangunan proyek nasional strategis, bukanlah sesuatu yang tabu. Menunda proyek pada kondisi saat ini, lebih baik daripada memaksakannya. Jika proyek-proyek ini dipaksakan, akan berdampak buruk bagi kehidupan sosial ekonomi rakyat," ujar AHY saat menyampaikan pidato politik dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat, (16/9/2022).
Pada dasarnya, kata AHY, Partai Demokrat setuju dengan pembangunan IKN sebagai pusat pemerintahan baru. Hal ini mengingat kondisi Jakarta yang sudah tidak ideal lagi sebagai ibu kota. Menurut dia, pembangunan IKN di Kalimantan Timur juga dimungkinkan.
"Catatan Demokrat adalah, IKN tersebut harus dikonsepkan, direncanakan, dan dipersiapkan dengan baik. Kalau tidak, maka bisa gagal pembangunannya," tandas AHY.
Menurut AHY, pemerintah harus memikirkan, timing dan jangka waktu pembangunannya. Dia menilai di seluruh dunia, pembangunan IKN memerlukan waktu yang cukup dan timing-nya dipilih dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi negara.
"Begitu juga, pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Belakangan ini, telah diputuskan, adanya alokasi penyertaan modal negara dari APBN. Triliunan rupiah. Padahal pada awalnya, pemerintah berjanji, tidak mengambil satu sen pun dari APBN. Nilai proyeknya pun, semakin membengkak, dari skema perhitungan awal," ungkap dia.
Lebih lanjut, AHY mengatakan Partai Demokrat menyarankan perlunya perencanaan yang matang dalam membangun megaproyek. Dengan demikian, megaproyek tersebut tidak mudah berubah di tengah jalan yang bisa sangat merugikan keuangan negara, dan memberatkan pemerintah sendiri.
"Indonesia tentu, tidak boleh terus menerus menambah utangnya. Juga sangat tidak bijaksana, jika megaproyek itu didanai dari utang. Utang ini, justru akan menambah beban fiskal kita. Apalagi, kita tengah menghadapi krisis, dan tekanan ekonomi yang berat," kata AHY.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




