ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menghadap Prabowo, AHY Lapor Tanggul Laut hingga Rehab Rekon Sumatera

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:40 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (dua kanan) saat memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (dua kanan) saat memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026. (Antara/Fathur Rochman)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melaporkan sejumlah program prioritas nasional bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Program yang dilaporkan mencakup pengembangan dan perlindungan Pantai Utara Jawa hingga pengembangan jaringan kereta api nasional.

Laporan tersebut disampaikan AHY seusai bertemu Presiden Prabowo bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/5/2026).

ADVERTISEMENT

"Kami baru saja menghadap Bapak Presiden di Istana Merdeka untuk melaporkan sejumlah isu strategis di bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan. Terutama terkait dengan sejumlah program kerja prioritas nasional. Di antaranya kami tadi melaporkan konsep pengembangan sekaligus perlindungan Pantai Utara Jawa," ujar AHY dikutip dari Antara.

AHY mengatakan, konsep pengembangan dan perlindungan Pantai Utara Jawa dilakukan untuk menghadapi tantangan penurunan muka tanah serta banjir rob akibat kenaikan permukaan air laut.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk melindungi masyarakat di kawasan Pantura sekaligus menjaga aktivitas ekonomi, termasuk kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus.

Selain itu, AHY juga melaporkan perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ia menyebut pembangunan kembali dan revitalisasi infrastruktur dasar, seperti jalan, jembatan, sanitasi, perumahan, irigasi, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga rumah ibadah secara umum menunjukkan progres yang baik.

"Termasuk juga perumahan, irigasi, dan berbagai fasilitas umum, termasuk untuk kesehatan, pendidikan, dan rumah-rumah ibadah, secara umum bisa diikuti progres yang baik, walaupun ada sejumlah isu yang juga masih menjadi tantangan di lapangan," ucapnya.

AHY juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo terkait pengembangan jaringan kereta api nasional, terutama jalur Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan sebagian Sulawesi guna mendukung pemerataan pembangunan serta transportasi masyarakat dan logistik.

Pertemuan tersebut turut membahas penanganan pascakecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, termasuk rencana pembangunan fasilitas keselamatan di sekitar 76 perlintasan sebidang di wilayah Jawa dan sebagian Sumatera.

Pemerintah juga berencana menutup titik-titik rawan serta memperbaiki sistem persinyalan dan modernisasi sistem perkeretaapian guna meningkatkan keselamatan transportasi publik.

"Jadi semangatnya adalah untuk transportasi publik, keselamatan kita utamakan, dan pada akhirnya konektivitas antarwilayah juga bisa menghadirkan pertumbuhan dan peluang ekonomi lainnya," kata AHY.

Selain itu, AHY melaporkan perkembangan pembangunan infrastruktur jalan daerah untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperbaiki kondisi infrastruktur daerah dalam satu hingga dua tahun mendatang sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Dalam kesempatan itu, AHY mengatakan Presiden Prabowo juga menyampaikan semangat Gerakan Indonesia ASRI yang bertujuan menuntaskan persoalan sampah serta menata kawasan kumuh agar lebih sehat dan mendukung pengembangan sektor pariwisata nasional.

"Diharapkan ini semua juga bisa meningkatkan potensi pariwisata, karena memang bisa dikatakan memajukan sektor pariwisata di Indonesia sebagai low hanging fruits, sesuatu yang lebih cepat bisa kita, bukan mudah, tetapi lebih cepat bisa menghasilkan nilai ekonomi jika didukung dengan Indonesia yang asri dan juga konektivitas menuju ke destinasi pariwisata tersebut bisa lebih baik dan terbuka untuk masyarakat, termasuk juga wisatawan mancanegara," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AHY: Giant Sea Wall Bisa Selamatkan Puluhan Juta Warga di Pantura

AHY: Giant Sea Wall Bisa Selamatkan Puluhan Juta Warga di Pantura

NASIONAL
AHY: Kemenangan Demokrat di Sulteng Jadi Modal Besar untuk Pemilu 2029

AHY: Kemenangan Demokrat di Sulteng Jadi Modal Besar untuk Pemilu 2029

NASIONAL
Tragedi Kereta Bekasi, AHY Pastikan Korban Ditangani dengan Maksimal

Tragedi Kereta Bekasi, AHY Pastikan Korban Ditangani dengan Maksimal

JAWA BARAT
AHY Soroti Gerbong Wanita Seusai Kecelakaan Kereta Bekasi

AHY Soroti Gerbong Wanita Seusai Kecelakaan Kereta Bekasi

JAWA BARAT
AHY Dorong Koridor Hijau di Tol Yogya-Solo

AHY Dorong Koridor Hijau di Tol Yogya-Solo

NUSANTARA
Pangkas Biaya Logistik, Pemerintah Genjot Proyek Kereta Lintas Pulau

Pangkas Biaya Logistik, Pemerintah Genjot Proyek Kereta Lintas Pulau

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon