Limbah Batu Bara PLTU Permata Prima Elektrindo Diduga Mencemari Sungai Ale, Warga Desa Semaran Terancam Bahaya KesehatanSumber: JambiLink.id
Pantauan drone mengungkap limbah batu bara dari PLTU PPE di Sarolangun diduga mencemari anak Sungai Ale, memicu kekhawatiran akan dampak kesehatan serius bagi warga Desa Semaran. Perlu tindakan tegas dari pemerintah.
Limbah batu bara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT. Permata Prima Elektrindo (PPE) di Sarolangun, Provinsi Jambi, kini menjadi sorotan setelah pantauan drone menunjukkan indikasi pencemaran yang semakin mengkhawatirkan. Sejak Mei 2024, tim pemantau lingkungan telah mencatat perkembangan yang memprihatinkan terkait perluasan tumpukan limbah sisa pembakaran batu bara, yang diduga telah mencapai dan mencemari anak Sungai Ale, aliran air vital yang mengaliri hampir seluruh Desa Semaran.
Limbah batu bara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT. Permata Prima Elektrindo (PPE) di Sarolangun, Provinsi Jambi, kini menjadi sorotan setelah pantauan drone menunjukkan indikasi pencemaran yang semakin mengkhawatirkan. Sejak Mei 2024, tim pemantau lingkungan telah mencatat perkembangan yang memprihatinkan terkait perluasan tumpukan limbah sisa pembakaran batu bara, yang diduga telah mencapai dan mencemari anak Sungai Ale, aliran air vital yang mengaliri hampir seluruh Desa Semaran.
BACA SELENGKAPNYA
Limbah Batu Bara PLTU Permata Prima Elektrindo Diduga Mencemari Sungai Ale, Warga Desa Semaran Terancam Bahaya Kesehatan
Bagikan
BERITA LAINNYA
BERITA TERKINI
2982000
2981579
2982005
2982004
2982002
2982001
2981999
2981998
2981970
2981997
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




