Kajian TAG Jambi Prof Sukendro: Potensi Raksasa Sport Tourism dari Danau Sipin hingga KerinciSumber: JambiLink.id
Jambi - Tren wisata olahraga atau sport tourism kini tengah menjadi magnet baru pariwisata, tercatat menyumbang hingga 10% dari total belanja wisata global melalui kegiatan seperti lari, diving, trail run, hingga fun bike. Melihat peluang emas ini, Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Provinsi Jambi, Prof. Dr. Drs. Sukendro, M.Kes., AIFO., membeberkan kajian komprehensif mengenai besarnya potensi sport tourism di Bumi Pucuk Jambi Sembilan Lurah.
Dalam kajiannya, Prof. Sukendro mendefinisikan sport tourism sebagai konsep yang mengintegrasikan rekreasi, aktivitas fisik, dan partisipasi acara olahraga di suatu destinasi wisata. "Di Provinsi Jambi, sektor ini memiliki potensi besar karena didukung kekayaan alam, budaya, sungai, laut, candi dan kawasan danau yang unik," ungkap kajian tersebut. Optimisme ini juga didukung oleh pertumbuhan infrastruktur yang perlahan mulai memadai.
Secara spesifik, kajian ini memetakan beberapa kawasan dan event unggulan yang siap mendongkrak pariwisata Jambi. Pertama, Kawasan Danau Sipin di Kota Jambi yang berpotensi menjadi ikon olahraga air dan rekreasi. Kawasan ini telah teruji dengan suksesnya penyelenggaraan Kejuaraan Dayung Nasional (PPLP) , lomba perahu tradisional , serta festival olahraga masyarakat yang menggandeng KORMI dan INORGA. Danau Sipin juga rutin menggelar event lari dan rekreasi air, meski mutlak diperlukan peningkatan level agar berstandar nasional. "Penelitian pengembangan sport tourism di Danau Sipin menunjukkan kawasan ini sangat potensial menjadi destinasi unggulan wisata olahraga di Jambi," sebut Prof. Sukendro dalam laporannya.
Kedua, inovasi Pemkot Jambi lewat Marathon Tigo Danau 10K. Rute strategis ini menghubungkan Danau Teluk , Danau Buluran Kenali , dan Danau Sipin. Konsepnya sangat komplit karena memadukan olahraga lari, pesona alam, budaya lokal, sekaligus memberdayakan UMKM sebagai city branding. Ke depan, event ini didorong agar naik kelas ke level nasional sehingga bisa dinikmati masyarakat luas.
Bergerak ke wilayah barat, pesona Kerinci menyimpan potensi Mountain Bike kelas nasional. Rutenya sangat memanjakan mata dengan latar belakang Gunung Kerinci , hamparan perkebunan teh , hingga pesona danau dan kawasan geopark. Kajian ini juga merekomendasikan agar Tour de Singkarak lebih dioptimalkan dengan melibatkan Kabupaten Kerinci. Langkah pengembangan di wilayah ini bahkan telah mendapat apresiasi khusus dari Kemenpora karena terbukti mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus mempromosikan wisata daerah.
Di pesisir timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat dinilai punya masa depan cerah untuk sport tourism pesisir dan mangrove. Terdapat peluang besar untuk kayaking , lomba perahu , trekking mangrove , wisata air , hingga olahraga memancing (sport fishing). Kawasan spesifik seperti Mangrove Pangkal Babu dan Desa Kampung Laut memiliki peluang besar disulap menjadi ekowisata unggulan. Namun, Prof. Sukendro memberi catatan bahwa potensi pesisir ini butuh sosialisasi lebih mendalam karena belum banyak diketahui masyarakat, serta memerlukan kelengkapan sarana dan prasarana penunjang yang memadai.
Tak kalah menarik, terdapat gagasan ambisius Tour de JNP (Jambi National Park). Ini adalah event wisata olahraga perairan menantang yang menghubungkan Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Berbak. Program ini merupakan wujud nyata inovasi promosi ekowisata Jambi yang berbasis olahraga petualangan sungai.
Secara keseluruhan, keunggulan utama Jambi bertumpu pada Sungai Batanghari sebagai koridor wisata air , kawasan danau dan rawa , Pegunungan Kerinci , hutan dan mangrove , pesona Budaya Melayu , serta komunitas olahraga lokal yang terus berkembang pesat.
Tantangan dan Strategi ke Depan
Di balik potensi raksasa tersebut, Prof. Sukendro secara blak-blakan menyoroti sejumlah kendala. Tantangan itu meliputi infrastruktur wisata dan olahraga yang belum merata , penyelenggaraan event yang belum terjadwal secara berkelanjutan , dan promosi digital yang dinilai masih terbatas. Selain itu, kolaborasi lintas sektor belum berjalan optimal , ditambah masalah aksesibilitas menuju destinasi tertentu yang masih kurang. Khusus untuk lomba perahu tradisional, kajian ini menekankan pentingnya pembuatan kalender kegiatan yang tetap agar informasinya bisa tersebar ke seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai solusi, kajian ini merekomendasikan sejumlah strategi konkret. Langkah krusial pertama adalah menetapkan kalender event sport tourism tahunan secara resmi. Selanjutnya, mengembangkan kawasan Danau Sipin sebagai pusat wisata olahraga (sport tourism center) , serta mengintegrasikannya dengan UMKM dan sektor ekonomi kreatif.
Pemerintah juga didesak untuk memperkuat branding kampanye "Jambi Sport Tourism". Di atas semua itu, kunci keberhasilannya terletak pada kolaborasi erat antara Dispora, Dispar, KONI, komunitas olahraga, dan pihak swasta , dengan tetap berpegang pada prinsip pengembangan yang berbasis alam dan kelestarian budaya lokal.(*)
Kajian TAG Jambi Prof Sukendro: Potensi Raksasa Sport Tourism dari Danau Sipin hingga Kerinci
BERITA LAINNYA
BERITA TERKINI
One Way Dihentikan, Kendaraan Menuju Puncak Bogor Kembali Padati Jalan
Pesan Tegas untuk Musuh! Iran Gelar Latihan Militer Besar-besaran Pakai Drone FPV
Operasi Sledge Hammer: Cara Trump Lanjutkan Perang Lawan Iran Tanpa Izin Kongres?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




