Anggap Kritik Sebagai Didong JaluSumber: Lintasgayo.co
Catatan Redaksi
Kritik, pedas maupun setengah pedas, kepada pejabat di tanah Gayo sebaiknya dipandang sebagai didong jalu, kesenian tradisional dataran tinggi Gayo yang memadukan seni tutur, nyanyian, dan gerak tubuh dalam satu panggung kehormatan bermartabat.
Dalam didong jalu, dua kelompok saling berbalas syair. Ada sindiran tajam, ada nasihat halus, bahkan sarkasme yang menggelitik. Namun semuanya terbingkai adat. Penonton bersorak riuh, tetapi tak ada dendam selepas pertunjukan usai digelar.
BACA SELENGKAPNYA
Anggap Kritik Sebagai Didong Jalu
Bagikan
BERITA LAINNYA
BERITA TERKINI
2982000
2981579
2982005
2982004
2982002
2982001
2981999
2981998
2981970
2981997
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




