Hilal Belum Terlihat di Tarakan, Kemenag Tunggu Keputusan Sidang Isbat NasionalSumber: Mediakaltimtara.com
TARAKAN – Hasil pemantauan hilal di Kota Tarakan, Kalimantan Utara menyatakan bulan sabit awal Ramadan belum terlihat, Selasa (17/2/2026). Secara astronomis, posisi bulan saat matahari terbenam masih berada di bawah ufuk sehingga tidak memenuhi syarat visibilitas.
Kepala BMKG Tarakan, M Sulam Khilmi, menjelaskan konjungsi terjadi pada pukul 20.00 WITA. Artinya, saat matahari terbenam, bulan sudah lebih dulu tenggelam. “Posisi hilal saat matahari terbenam masih minus 1 derajat 43 menit. Jadi secara perhitungan astronomis memang tidak mungkin terlihat, meskipun cuaca cerah,” jelasnya.
Dia menambahkan, agar hilal bisa diamati, konjungsi seharusnya terjadi sebelum matahari terbenam sehingga bulan masih memiliki ketinggian positif di atas ufuk saat matahari tenggelam.
Hilal Belum Terlihat di Tarakan, Kemenag Tunggu Keputusan Sidang Isbat Nasional
BERITA LAINNYA
BERITA TERKINI
1
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




