Indocement Alokasikan Capex US$ 320 Juta di 2013

Rabu, 13 Maret 2013 | 17:43 WIB
LO
FH
Penulis: Lona Olavia | Editor: FER
Beberapa buruh memindahkan semen di Terminal Curah Kering Pelabuhan Belawan, Medan, Sumut
Beberapa buruh memindahkan semen di Terminal Curah Kering Pelabuhan Belawan, Medan, Sumut (Antara)

Jakarta - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) pada tahun 2013 ini mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar USD 260-320 juta. Di mana, perseroan bisa mengucurkan dana lebih dari itu apabila pembangunan di tiga pabriknya membutuhkan dana lebih.

"Dana capex US$260-320 juta berasal dari kas internal," ujar Direktur Keuangan Indocement Tju Lie Sukanto dalam public expose di gedung BEI, Jakarta, Rabu (13/3).

Untuk diketahui, perseroan tahun ini sudah memulai pembangunan pabrik semen (brownfield) dengan kapasitas produksi 4,4 juta ton per tahun di Citeureup dan diharapkan selesai pada kuartal III 2015.

Perseroan juga telah menandatangani perjanjian awal mengenai jasa penyediaan peralatan, konstruksi dan pelaksanaan dengan Grup Sinoma sebagai bagian dari pembangunan pabrik baru di Citeureup dengan nilai Rp 5,5-6,5 triliun.

Selain itu, perseroan kata Tju Lie, juga dalam tahap akhir studi kelayakan untuk membangun dua pabrik baru (greenfield) di Jawa Tengah dan luar Jawa dengan kapasitas produksi sekurang-kurangnya 2,5 juta ton per tahun.

Adapun, pada tahun lalu Indocement memiliki kapasitas produksi sebesar 18,6 juta ton dengan utilisasi 97%. Sedangkan, pada tahun ini diperkirakan kapasitasnya meningkat hingga 20 juta ton dengan utilisasi yang sama dengan tahun lalu.

Dalam kesempatan ini, Tju Lie mengatakan bahwa Indocement mencatatkan laba yang naik 32,34% menjadi Rp4,76 triliun pada 2012 dari tahun sebelumnya Rp3,59 triliun. Sehingga, laba per saham dasar naik menjadi Rp1.293,15, dari Rp977,10 di 2011.

Kenaikan itu dipicu oleh rekor penjualan domestik tertinggi dalam sejarah perseroan, yaitu sebesar 17,9 juta ton atau melonjak 16,1% dari tahun sebelumnya 15,4 juta ton.

Di sisi lain, pertumbuhan penjualan nasional lebih lambat yakni hanya 14,5% sehingga pangsa pasar perseroan menjadi 32% dibandingkan 31,5% pada 2011.

"Pertumbuhan kelas menengah dan ekonomi makro Indonesia yang baik adalah salah satu pendorong utama dari permintaan domestik yang terus kuat khususnya pasar perumahan. Selain itu juga didukung oleh kelebihan kapasitas produksi perseroan dibandingkan yang lainnya," dijelaskannya.

Sementara, pada tahun ini perseroan akan menjaga pangsa pasar diatas 30%. "Kami yakin pangsa pasar diatas 30% karena permintaan semen bertumbuh. Tapi, perlu diingat ada kompetitor lain," tukasnya.

Di mana, sambungnya, permintaan domestik tahun 2013 diperkirakan tumbuh dikisaran 7-8%. "Namun, apabila pertumbuhannya melebihi dari 8%, perseroan akan mengatasinya dengan cara memaksimalkan produksi dan logistik seperti impor. Kalaupun impor kami. memiliki terminal di Tanjung Priok," imbuhnya.

Lebih lanjut Tju Lie mengungkapkan pertumbuhan permintaan domestik nasional akan sangat tergantung dari segi infrastruktur. RUU pembebasan lahan yang telah disetujui oleh DPR pada Desember 2011 dan diikuti aturan pelaksanaannya pada April 2012 tentu saja akan mendukung kepastian proyek infrastruktur.

"Diharapkan permintaan semen curah akan meningkat tinggi seiring dimulainya proyek-proyek infrastruktur oleh pemerintah segera setelah persetujuan RUU pembebasan lahan," kata ia.

Selain itu, tren pasar perumahan serta bangunan bertingkat tinggi diperkirakan masih akan sangat kuat pada tahun 2013 mengikuti pertumbuhan kelas menengah yang menjadi kunci utama.

Sementara itu, pada tahun ini perseroan mengaku akan menaikkan harga jual semen. Di mana, besarannya akan disesuaikan dengan kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga BBM dan listrik. "Kenaikan tergantung besarnya kenaikan BBM dan listrik nanti," imbuh Tju Lie.

Lebih lanjut, perseroan pada RUPS Mei mendatang akan membagikan dividen dari tahun buku 2012. Namun, besarnya akan disesuaikan dengan perkembangan pabrik baru.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon