Rusuh PT GNI di Morowali Utara, Polisi Usut 2 Korban Tewas

Minggu, 15 Januari 2023 | 19:39 WIB
AP
YD
Penulis: Adi Pranata | Editor: YUD
Kerusuhan yang terjadi di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) Morowali Utara Sulawesi Tengah, Sabtu 14 Januari 2023.
Kerusuhan yang terjadi di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) Morowali Utara Sulawesi Tengah, Sabtu 14 Januari 2023. (BeritasatuPhoto/Adi Pranata)

Palu, Beritasatu.com - Pihak kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menyatakan akan mengusut tuntas tewasnya dua karyawan akibat kerusuhan di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Sabtu (14/1/2023).

Hal itu ditegaskan Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudy Sufahriadi, usai mengunjungi langsung tempat kejadian perkara (TKP) di di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Minggu (15/01/2022) siang.

"Kita segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang meninggal dunia dari TKI dan siapa yang dari TKA, dan kenapa bisa meninggal dunia, saya akan lakukan penyelidikan," kata Rudy saat konperensi pers di Mako Polres Morowali Utara. 

Berdasar data kepolisian, satu pekerja lokal dan satu pekerja asing tewas akibat bentrokan pada Sabtu (15/01/2022). Selain itu, terdapat sembilan orang yang mengalami luka parah yang saat ini sedang menjalani perawatan medis.

Rudy mengakui keadaan di perusahan jadi tidak kondusif mengingat waktu kerusuhan terjadi di malam hari. "Kami akui memang kekuatan pengamanan sangat minim dan kita tebalkan. Semoga ini menjadi evaluasi buat kita dan semoga ini tidak terulang lagi," ujarnya.

Rudy menambahkan bahwa, pihaknya telah melakukan pertemuan bersama dengan perusahaan untuk mengakomodir semua tuntutan karyawan sehingga tak ada yang dirugikan sehingga kemanan di Morowali Utara tetap bisa terjaga.

Kabar bentrokan diketahui pertama viral lewat video yang tersebar di media sosial. Bentrokan terjadi antar karyawan di smelter nikel PT GNI di terjadi sejak Sabtu 14 Januari 2023 sore hingga malam. Dalam video yang tersebar, Situasi bentrok memanas, karyawan membakar beberapa alat berat di lokasi tambang.

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes. Pol. Didik Supranoto menuturkan Keadaan kembali kondusif sekitar pukul 02:00 dini hari tadi.

Pihak kepolisian saat ini juga telah mengamankan 69 orang yang diduga sebagai proovkator dan pelaku pembakar peralatan sekitar pabrik. Atas kejadian ini pihak kepolisian meminta agar masyarakat jangan terprovokasi dan mendengar informasi yang tidak diketahui kebenarannya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon