OPM Telengan Disebut Pelaku Penembakan 7 Personel TNI
Kamis, 28 Maret 2013 | 18:46 WIB
Jakarta - Sebanyak 15 orang yang mengaku warga Puncak Jaya, Papua, mendatangi Mabes Polri, Kamis (28/3). Mereka meminta supaya dipertemukan langsung dengan Kapolri Jenderal Timur Pradopo, guna menuntut polisi mempercepat penyelidikan kasus penembakan tujuh orang anggota TNI di Kabupaten Puncak, Februari lalu.
"Ada penggelembungan suara di empat kampung untuk coblos (kandidat) nomor 6, Revinus Telengan. Untuk itu, ada MoU (antara Revinus) dengan pimpinan OPM di sana, bernama Lekagak Telengan, (yang) akan dibayar Rp150 juta. Dia ini sepupu calon bupati Revinus," kata Fidel Tabuni, salah seorang juru bicara aksi.
Namun janji ini, menurut Fidel yang juga menuliskan hal itu dalam suratnya dan menyerahkannya ke Mabes Polri, ternyata tidak dipenuhi oleh Revinus.
"Maka tindakan (Lekagak) mau menemui Revinus di bandara, untuk menembak (calon) nomor 6 itu. Tapi tidak ketemu. Dampak dari situ, terjadi (penembakan) terkena ke (personel) Koramil Sinak dan masyarakat," bebernya.
Mendengar informasi ini, Karo Penmas Polri, Kombes Agus Rianto berjanji akan menyampaikannya kepada Kapolri. "Ini sifatnya informasi, ya. Harus kita dalami dan buktikan. Terima kasih," katanya.
Motif Pilkada di balik penembakan itu, memang pernah pula diungkap oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto. Mantan Panglima TNI itu mengungkapkan bahwa penembakan terhadap aparat TNI dekat Bandara Sinak, Papua, oleh kelompok separatis bersenjata yang mengakibatkan 7 anggota TNI gugur itu, bermotif pilkada.
"Kemungkinan ada keterkaitan hasil Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Puncak, Papua, yang sedang berlangsung, dan akan diumumkan besok (hasil Pilkada)," kata Djoko dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, 22 Februari lalu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




