Renegoisasi Kontrak PT Freeport Harus Segera Dilakukan
Rabu, 19 Juni 2013 | 14:23 WIB
Jakarta - Ketua DPRD Mimika, Papua Trifena Tinal, berpendapat pertemuan-pertemuan untuk membahas persoalan Papua sudah kerap kali dilaksanakan. Namun, sampai sekarang belum ada penyelesaian yang kongkret.
"Kami selalu bertemu dengan PT Freeport Indonesia. Tapi kita di Mimika laksana tikus mati di lumbung padi. Dana triliunan, dikirim ke pemerintah pusat, tapi kami di Mimika cuma dapat ratusan miliar," kata Trifena saat rapat kerja dengan Kaukus Parlemen Papua yang difasilitasi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Laode Ida, di gedung DPD, Jakarta, Rabu (19/6).
Dia menyatakan, renegoisasi kontrak karya dengan PT Freeport harus segera dilakukan. "Negara harus tegas mengenai kontrak karya di PT Freeport di Mimika. Pemerintah daerah juga perlu dilibatkan untuk bisa memiliki saham PT Freeport," tegasnya.
Terkait insiden longsor yang menelan korban meninggal di PT Freeport Indonesia Tembagapura, Trifena berharap santunan kepada keluarga korban segera diserahkan. "Santunan kepada keluarga korban harus diberikan. Karena ini kecelakaan luar biasa. Jika ada produksi yang harus dikurangi untuk jaga keamanan, saya kira perlu dilakukan," tandas politikus Partai Golkar ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




