Tingginya Biaya Pilkada Picu Korupsi Daerah

Jumat, 19 Juli 2013 | 22:00 WIB
YS
YD
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: YUD
Sejumlah pekerja mengangkat kotak suara.
Sejumlah pekerja mengangkat kotak suara. (Antara)

Jakarta - Tingginya biaya kampanye pemilihan kepala daerah menjadi pemicu maraknya korupsi di daerah. Menurut hasil kajian Indonesia Public Institute (IPC), faktor mahalnya biaya kampanye menjadi penyebab utama sumber korupsi sistemik.

"Faktor mahalnya biaya pilkada inilah yang mempengaruhi perilaku kepala daerah terpilih untuk lakukan korupsi," kata Peneliti Senior IPI, Karyono Wibowo, dalam diskusi Publik, bertemakan 'Memberantas Korupsi di Daerah, Tantangan dan Hambatan', Jumat (19/7) di Jakarta.

Berdasarkan catatan IPI, biaya pilkada untuk pemenangan kepala daerah terpilih sedikitnya menghabiskan lima miliar rupiah untuk tingkat pilkada kota/kabupaten.

"Khusus di daerah tertentu, bahkan ada pasangan calon yang habiskan antara 20-50 miliar rupiah. Semua tergantung potensi daerahnya," ucap Karyono.

Untuk tingkat pemilihan gubernur, biaya yang dikeluarkan lebih tinggi lagi. Berkisar 20-100 miliar rupiah. Besar kecilnya biaya yang dikeluarkan juga kerap mempertimbangkan potensi daerah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon