DPRD Setuju Dana Pendamping 15 Miliar Yen untuk MRT
Kamis, 10 Oktober 2013 | 12:47 WIB
Jakarta - Pembangunan fisik transportasi massal berbasis rel yaitu mass rapid transit (MRT) di Jakarta mendapat dukungan banyak pihak, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.
Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan yang turut menghadiri peresmian groundbreaking MRT di Jalan Tanjung Karang, Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Kamis (10/10), menyatakan siap memberikan dukungan.
Ferrial mengatakan pihak DPRD DKI siap mendukung pembangunan transportasi massal ini hingga rampung pada tahun 2018 mendatang. Kesiapan dukungan tersebut diberikan dalam bentuk menyetujui pemberian dana pendampingan kepada PT MRT Jakarta sebesar 15 miliar yen.
Dipaparkannya, untuk membangun jalur MRT sepanjang 16 kilometer dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia, membutuhkan anggaran sebesar 140 miliar yen.
Dari total anggaran tersebut, sebanyak 125 miliar yen didapatkan dari pinjaman antara pemerintah pusat dengan pemerintah Jepang melalui Japan International Corporation Agency (JICA). Sedangkan sisa kebutuhan anggaran 15 miliar yen akan ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD DKI Jakarta.
"Kita telah mendapatkan pinjaman 125 miliar yen yang akan kita kembalikan dengan bunga yang rendah selama 40 tahun. Tetapi yang jelas, kami dengan bangga mengatakan dalam pembangunan ini, Pemprov DKI juga punya andil. Yaitu kebutuhan dana 15 miliar yen akan kita penuhi. Kita akan dukung PT MRT Jakarta dengan memberikan dana pendampingan," kata Ferrial di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Kamis (10/10)
Dana pendampingan sebesar 15 miliar yen, lanjutnya, akan digunakan untuk pembebasan tanah, pembayaran pajak serta operasional PT MRT Jakarta dalam mengawal pembangunan fisik MRT Jakarta.
Ferrial melihat pembangunan MRT Jakarta sudah lama ditunggu-tunggu seluruh warga Jakarta, juga rakyat Indonesia. Sebab, dengan beroperasinya MRT, tidak hanya mengurangi kemacetan lalu lintas di ibu kota, melainkan juga dapat menyejajarkan kota Jakarta dengan kota-kota negara maju lainnya yang telah terlebih dahulu memiliki MRT.
"Akhirnya, Jakarta punya transportasi massal MRT juga. Kita akan memulai groundbreaking transportasi massal yang luar biasa, yang telah kita nanti-nantikan selama ini. Yang akan kita gunakan lima tahun yang akan datang," ucapnya.
Menurutnya, dalam kondisi maksimal, MRT dapat mengangkut 1.200 orang dalam satu trip. Jumlah tersebut sekitar 200 mobil dengan penumpang minimal 6 orang atau 30 bus bus tunggal Transjakarta.
"Artinya, dengan beroperasinya MRT, sudah dapat mengurangi 200 mobil di jalan raya atau mengurangi kepadatan bus Transjakarta, karena beralih menggunakan MRT. Maka warga Jakarta mempunya transportasi massal yang cepat, aman dan murah. Serta bisa digunakan semua kalangan, mulai dari eksekutif hingga masyarakat kalangan ekonomi rendah," imbuhnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




