Soal FCTC, Gubernur Jateng: Tengok Kompetitor Dulu

Kamis, 28 November 2013 | 20:30 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Ilustrasi perempuan pekerja di pabrik tembakau.
Ilustrasi perempuan pekerja di pabrik tembakau. (JG Photo/ Hermansyah Awot)

Jakarta - Badan Legislasi (Baleg) DPR mengundang sejumlah kepala daerah, terkait pembahasan isu RUU Pertembakauan dan ratifikasi Kerangka Konvensi Pengendalian Tembakau (FCTC), di Jakarta, Kamis (28/11). Salah satu kepala daerah yang hadir adalah Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo.

Menurut Ganjar, terkait isu ratifikasi FCTC, sebaiknya pemerintah dan DPR benar-benar mempertimbangkan reaksi negara lain yang memiliki industri terkait tembakau, saat ditekan meratifikasi aturan itu. Misalnya Tiongkok (China) dan Amerika Serikat, dua negara yang juga memiliki industri tembakau yang besar seperti Indonesia.

"China ratifikasi tidak? Amerika ratifikasi tidak? Ketika ratifikasi, apakah mereka membuat aturan turunan tidak? Kita tengok Brasil juga, tengok Zimbabwe. Karena mereka menjadi kompetitor kita," kata Ganjar.

Hal itu menurut Ganjar penting diperhatikan, karena Indonesia bisa terjerembab seorang diri kalau asal-asalan meratifikasi. "Kita tunggu apa yang akan dimainkan mereka. Apa motif yang mau dibangun terkait pertembakauan ini," imbuhnya.

Bagi Ganjar pribadi, aturan semacam FCTC menurutnya adalah lonceng kematian bagi petani dan buruh terkait industri tembakau nasional. Apabila diratifikasi, maka Indonesia tak akan boleh memproduksi rokok berbahan baku tambahan cengkeh dalam wujud kretek. Ini berarti produk kretek Indonesia akan musnah.

"Kalau kretek musnah, turunannya adalah itu seluruh buruh linting kretek akan habis juga," kata Ganjar.

"Itu juga akan sangat berpengaruh ke petani. Terkecuali kalau pemerintah dapat menyediakan lapangan pekerjaan baru secara tiba-tiba dan secara besar-besaran, ya, silakan," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon