Intraco Bidik Bisnis Pembiayaan Alat Berat Rp 1 Triliun

Jumat, 29 November 2013 | 17:18 WIB
PS
WP
Penulis: Parluhutan Situmorang | Editor: WBP
Sebuah alat berat membongkar taman di Kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (9/11). Pembongkaran taman tersebut dalam rangka penataan kembali taman di kawasan tersebut.
Sebuah alat berat membongkar taman di Kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (9/11). Pembongkaran taman tersebut dalam rangka penataan kembali taman di kawasan tersebut. (Antara/Zabur Karuru)

Jakarta - PT Intraco Penta Tbk (INTA) membidik nilai pembiayaan alat-alat berat melalaui anak usahanya, PT Intan Baruprana Finance, senilai Rp 1 triliun pada 2014 atau sama dengan target tahun ini. Sedangkan total penjualan alat berat ditargetkan sebanyak 1.000 unit.

Direktur Keuangan Fred L Manibog mengatakan, penjualan alat berat diprediksi stagnan pada 2014 akibat sentimen negatif belum pulihnya harga komoditas tambang batubara, berlanjutnya pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dan kenaikan tingkat suku bunga perbankan (BI rate).

"Belum membaiknya harga jual batubara ditambah kondisi makro ekonomi yang bergejolak dan agenda pemilu akan mengakibatkan permintaan alat berat cenderung stagnan," ujarnya pada konperensi pers tahunan di kantor Intraco Penta Cakung, Jakarta, Jumat (29/11).

Kondisi tersebut membuat target penjualan alat berat perseroan tahun depan tidak mengalami pertumbuhan sebanyak 1.000 unit. Dari penjualan tersebut, perseroan berharap dapat mengucurkan pembiayaan untuk pembelian alat berat senilai Rp 1 triliun.

Terkait sumber dana pembiayaan, dia mengatakan, berasal dari kas internal, pinjaman bank, dan obligasi. Namun perseroan belum bisa merinci lebih detil penerbitan surat utang tersebut. Tidak bertumbuhnya target penjualan alat berat membuat kinerja keuangan perseroan kemungkinan juga stabil atau sama dengan target tahun ini.

Hingga September 2013, perseroan merugi Rp165 miliar dibandingkan periode sama tahu lalu yang masih mencatat laba bersih Rp 42,3 miliar. Penurunan dipicu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sedangkan pendapatan turun tipis menjadi Rp 1,96 triliun dibanding September 2012 senilai Rp 2,07 triliun.

Sedangkan penjualan alat berat perseroan hingga akhir Oktober 2013 telah mencapai 935 unit dari total target hingga akhir tahun mencapai 1.000 unit. Penjualan alat berat pertambangan batubara diproyeksikan masih menjadi penyumbang utama penjualan alat berat perseroan.

Strategi Baru
Fred mengatakan, Intraco Penta menerapkan strategi total sulution untuk mengurangi dampak penurunan permintaan alat berat terhadap kinerja keuangan ke depan. Perseroan juga akan memperkuat penjualan alat berat sektor agribisnis, kontruksi, dan infrastruktur. Sebab, ketiga sektor masih bertumbuh pesat.

"Dengan total solution, pelanggan tidak perlu harus membeli alat berat, mereka cukup menyewa dari anak usaha perseroan, PT Karya Lestari Sumber Alam. Ketika pelanggan sudah memiliki dana, mereka kemudian bisa membeli alat berat tersebut atau mencicilnya lewat perusahaan pembiayaan kami," ungkapnya.

Guna memperkuat bisnis rental alat berat, Head of Investor Relations Intraco Penta Imam Liyanto mengatakan, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) berkisar US$ 5-7 juta pada 2014. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pembelian alat berat untuk disewakan Karya Lestari.

Pertumbuhan kinerja keuangan ke depan juga bakal didukung rencana perseroan untuk menggarap bisnis pertambangan melalui anak usahanya, PT Inta Resources. Namun demikian, pihaknya belum bersedia merinci lebih detil bisnis tersebut.

Sementara itu, tim mekanik dan perawatan alat berat Intraco Penta Prima Servis (IPPS) telah meraih peringkat pertama untuk kejuaraan Volvo Masters Teams di Asia Tenggara dan peringkat dua untuk tingkat Asia Pasifik. "Setelah meraih peringkat kedua untuk tingkat Asia Pasifik, tim IPPS akan ikut tingkat dunia di Swedia tahun depan," tuturnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon