Anggota DPR Papua Nilai Ada Kelompok yang "Bermain" di Puncak Jaya

Selasa, 7 Januari 2014 | 08:05 WIB
RI
B
Penulis: Robert Isidorus | Editor: B1
Beberapa personel TNI yang bertugas di Puncak Jaya, Papua saat melakukan pengamanan, menyusul penyerangan oleh kelompok sipil bersejanta, beberapa waktu lalu.
Beberapa personel TNI yang bertugas di Puncak Jaya, Papua saat melakukan pengamanan, menyusul penyerangan oleh kelompok sipil bersejanta, beberapa waktu lalu. (Gamel)

Jayapura - Terjadinya berbagai penembakan penembakan yang mengakibatkan korban jiwa dan adanya perampasan senjata di Puncak Jaya yang tak pernah usai menjadi pertanyaan besar bagi Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua, Ruben Magai.

Aksi kelompok bersenjata paling fenomenal menyerang Pos Brimob Kampung Kulirik, Distrik Kulirik, Kabupaten Puncak Jaya , Sabtu (4/1) sore sekitar pkl 15.45 WIT.

"Ada yang bermain di Puncak Jaya, ada kelompok yang berbicara Papua Merdeka dan ada juga yang mengganggu pemerintah daerah,"ujar Ruben saat dikonfermasi SP, Rabu (7/1) pagi

Kata dia, hal ini harus ditelusuri dengan serius. "Ini kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) benar-benar yang mempertahankan ideologi mereka, atau ini ada kelompok yang disiapkan. Dan yang terjadi selama ini begitu," ujarnya.

Menurut Ruben, pemerintah harus mencari tahu mengapa selalu ada gejolak di Puncak Jaya. Aparat, katanya, juga harus segera menyelesaikan persoalan di sana. "Jangan biarkan publik bertanya-tanya serta curiga," ujarnya

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Sulistyo Pudjo, menegaskan apapun yang dilakukan kelompok bersenjata adalah salah.

"Kita selama ini melakukan soft approach ketimbang hard approach. Kita akan lalukan pengejaran dan kini kita akan bertindak tegas," kata Sulistyo.

Dikatakan, selama ini berbagai aksi yang membuat rasa takut serta tidak aman akan berimbas pada pembangunan.

"Ada kondisi yang diciptakan untuk mengganggu pembangunan di Puncak Jaya," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon