Kementerian PU Antisipasi Lahar Dingin Kelud

Jumat, 14 Februari 2014 | 18:46 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Abu vulkanik membumbung tinggi keluar dari Gunung Kelud terlihat dari jarak lima kilometer di Dusun Kampung Anyar, Desa Sumber Sari, Nglegok, Blitar, Jatim, Jumat (14/2). Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Kelud meletus terjadi pada Kamis (13/2) pukul 22.50 wib tersebut bersamaan keluarnya tremor, mengalami 442 kali gempa vulkanik dangkal (VB).
Abu vulkanik membumbung tinggi keluar dari Gunung Kelud terlihat dari jarak lima kilometer di Dusun Kampung Anyar, Desa Sumber Sari, Nglegok, Blitar, Jatim, Jumat (14/2). Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Kelud meletus terjadi pada Kamis (13/2) pukul 22.50 wib tersebut bersamaan keluarnya tremor, mengalami 442 kali gempa vulkanik dangkal (VB). (Antara/M Risyal Hidayat)

Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menyiapkan alat berat di beberapa lokasi, untuk mengantisipasi lahar dingin akibat erupsi Gunung Kelud, Kamis malam (13/2).

Menurut Djoko, ketika menjawab pers, di Jakarta, Jumat (14/2), pihaknya bertugas menyediakan tangki air untuk lokasi yang membutuhkan.

Namun, katanya, pasir dan debu yang ditimbulkan akibat erupsi, apabila terjadi hujan deras dapat mengakibatkan lahar dingin yang membahayakan.

"Oleh karena itu saya meminta jajaran PU khususnya BBWS Brantas agar menyiapkan alat berat, bahkan tempat yang diperkirakan dilewati lahar dingin supaya dipasang bronjong agar tidak menghantam permukiman," katanya.

Djoko mengatakan bahwa dirinya sudah meminta agar material-material yang membahayakan apabila terjadi banjir lahar dingin untuk segera disingkirkan, ditahan dengan menggunakan bronjong.

Selain itu juga Djoko meminta agar jajarannya membantu membersihkan kota, khususnya di Kediri.

Sampai Jumat siang (14/2) Djoko mengungkapkan bahwa belum ada laporan kerusakan infrastruktur, dikhawatirkan, kerusakan terjadi apabila nanti terjadi banjir lahar dingin atau banjir bandang apabila hujan lebat.

Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PU Danis H. Sumadilaga sebelumnya mengungkapkan, untuk mengantisipasi kerusakan infrastruktur Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V juga telah menyiapkan alat beratnya.

"BBPJN V juga telah menyiapkan alat beratnya berupa Grader (1 unit), selain itu para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sudah menyiapkan alat beratnya untuk dimobilisasi apabila dibutuhkan," kata Danis.

Alat berat tersebut diantaranya di Kediri berupa 1 unit dump truck dan 1 unit Crane, di Trenggalek 1 unit Excaloader, 1 unit dump truck dan 1 unit baby roller, dan di Nganjuk berupa 2 unit dump truck, 1 unit truck crane dan 2 unit baby roller.

Direktorat Jenderal Cipta Karya sebelumnya juga langsung melakukan aksi tanggap darurat untuk korban bencana erupsi Gunung Kelud. Saat ini Ditjen Cipta Karya terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) serta Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPPD) Jawa Timur untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana erupsi Gunung Kelud.

Sekretaris Ditjen Cipta Karya, Dadan Krisnandar, mengungkapkan untuk penanggulan tanggap darurat korban erupsi Gunung Kelud, pada hari ini, Jumat (14/2), Ditjen Cipta Karya akan mengirimkan kebutuhan para pengungsi di sejumlah wilayah dari Depo Surabaya. Bantuan berupa 2 unit Mobil Tangki Air (MTA) kapasitas 4.000 liter, 2 unit Truck Angkut, 25 unit WC Knockdown, dan 10 unit Hidran Umum (HU) kapasitas 2.000 liter.

Untuk mendukung tanggap darurat erupsi Gunung Kelud, Ditjen Cipta Karya juga menyiapkan beberapa kebutuhan tanggap darurat yang sudah tersedia di Depo Surabaya, yaitu 120 unit Pengolah Air Cepat (PAC), 100 unit HU kapasitas 2.000 liter, 50 unit HU kapasitas 1.000 liter, 1 unit Pompa Alcon, 1 seat 50 unit WC Knockdown, 100 unit Tenda Hunian Darurat (THD), 1 unit Genset 5.000 watt, dan 2 unit Genset 2.000 watt.

Berdasarkan data dari BNPB, erupsi Gunung Kelud mengakibatkan penduduk pada radius 10 km mengungsi. Jumlah penduduk terdampak sekitar 201.228 jiwa (58.341 KK) yang berasal dari 35 desa, 9 kecamatan, 3 kabupaten, yaitu Kabuaten Kediri sebanyak 58.842 jiwa (17.134 KK), Kabupaten Blitar 96.843 jiwa (28.003 KK), dan Kabupaten Malang 45.543 (13.204 KK).

Hujan abu vulkanik Gunung Kelud menyebar ke beberapa wilayah, antara lain Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang, Kota Surabaya, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, dan sekitarnya.

Abu vulkanik juga dirasakan hingga Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Temanggung, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sekitarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon