Kantung Kelud Tak Mampu Tampung Lahar Dingin
Senin, 17 Februari 2014 | 20:25 WIB
Kediri - Kantung lahar yang sudah dibangun di sejumlah tempat untuk menampung aliran lahar dingin Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tidak mampu menampung lumpur.
"Sebenarnya Gunung Kelud itu sudah disiapkan untuk kantung lahar dingin, tapi karena lama, pastinya sekarang sudah menurun," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto ditemui saat mengunjungi para pengungsi di Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Senin (17/2).
Ia mengatakan, kantung lahar yang ada hanya bisa menampung 14,5 juta meter kubik material Gunung Kelud, seperti pasir. Padahal, diprediksi lumpur (pasir) yang ada di atas (kawasan gunung) sudah mencapai 20 juta meter kubik.
Ia menyebut, kerusakan infrastruktur akibat erupsi Gunung Kelud tidak terlalu banyak, tapi yang berbahaya adalah pascaerupsi, terutama saat musim hujan. Jika hujan besar, berpotensi membawa pasir yang ada di areal gunung yang biasa disebut lahar dingin tersebut.
Pihaknya saat ini sudah memerintahkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk membawa alat berat terutama di lokasi kantung-kantun lahar, untuk upaya normalisasi.
"Jika hujan lahar dingin dan pasir ke bawah tidak sampai merusak dan tidak melewati permukiman. Saat ini sudah mulai dikerjakan," ujarnya.
Pihaknya juga berencana membangun kantung lahar baru, sebagai upaya mengantisipasi aliran lahar dingin, mengingat kantung lahar yang ada diprediksi tidak mampu menahan lahar dingin.
Ia juga berharap, sisa material Gunung Kelud tersebut, yang jumlahnya masih sekitar 20 juta meter kubik itu tidak akan turun sekaligus, melainkan bertahap. Dengan itu, harapannya tidak mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur yang dilewatinya.
Di areal Gunung Kelud, terdapat 11 kantung lahar yang terbagi di Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar.
Jalur lahar di Kabupaten Kediri antara lain kantong lahar I Kali Konto di Desa Badas, Kecamatan Pare, sisa kapasitas tampungnya adalah 680.000 meter kubik, kantong lahar II Kali Konto di Desa Pare Lor, Kecamatan Kunjang sisa kapasitas tampungnya adalah 400.000 mete kubik.
Kantong lahar I Kali Serinjing di Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu sisa kapasitas tampungnya 254.290 meter kubik, kantong lahar II Kali Serinjing di Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu sisa kapasitas tampungnya 138.833 meter kubik.
Kantong lahar Kali Ngobo Desa Trisulo, Kecamatan Plosoklaten, sisa kapasitas tampungnya adalah 1.672.500 meter kubik, dan yang penuh adalah kantong lahar Kali Sukorejo di Desa Jarak, Kecamatan Plosoklaten.
Sementara itu, di Kabupaten Blitar, kantong laharnya antara lain di Kali Badak, Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, sisa kapasitas tampungnya adalah 5.439.542 meter kubik, kantong lahar II Kali Badak, di Desa Jagoan, Kecamatan Ponggok, sisa kapasitas tampungnya adalah 1.587.500 meter kubik.
Kantong lahar I Kali Putih Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, sisa kapasitas tampungnya adalah 2.577.185 meter kubik, dan kantong lahar II Kali Putih di Desa Menjangankalung, Kecamatan Garum, dan terakhir adalah Kantong Lahar Kali Semut, Desa Soso, Kecamatan Gandusari, dengan sisa kapasitas tampungnya adalah 1.572.260 meter kubik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




