Warga Demo Minta Bekerja di Pabrik Semen

Senin, 21 November 2011 | 14:10 WIB
Z
FH
Penulis: ZAL | Editor: FER
Pabrik semen Lafarge dari Perancis
Pabrik semen Lafarge dari Perancis (Murizal Hamzah)
Puluhan masyarakat Lhoknga Leupung menuntut PT Lafarge Cement Indonesia memprioritaskan warga setempat.


Puluhan masyarakat Lhoknga Leupung, KabupatenAceh Besar, Aceh, melakukan aksi damai menuntut PT Lafarge CementIndonesia (LCI) memprioritaskan masyarakat setempat bekerja di pabrik semen itu.

Aksi puluhan masyarakat yang bersal dari dua kecamatan itu bermulasekitar pukul 07.00 WIB di depan pintu masuk perusahaan itu diKecamatan Lhoknga, hari ini.

Para demonstran menuntut agar pihak manajemen perusahaan dari Perancis itu menghapus perusahaan "outsercing" dan menerima 100 persen wargasetempat untuk bekerja di perusahaan itu.

"Kami minta agar seluruh masyarakat Lhoknga Leupung dapat bekerja di PTLCI sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan dari perusahaan," kataMukhlis koordinator aksi di Aceh Besar.

Mereka menilai, pekerja yang bekerja di perusahaan yang mengesploitasikawasan di Aceh Besar itu banyak mempekerjakan orang di luar ke duakecamatan tersebut.

"Jika perusahaan tidak bisa menyanggupi permintaan itu, kami akan melakukan aksi lanjutan," katanya.

Aksi yang dijaga ketat aparat kepolisian setempat berjalan dengan damaidan para demonstran langsung bertemu dengan Plan Manager PT LCI DH Leesetelah melakukan negosiasi dengan sejumlah karyawan di perusahaan itu.

Di depan para pendemo Plan Manager PT LCI DH Lee berjanji akanmenyelesaikan persoalan itu dalam waktu beberapa pekan ke depan danakan menindak lanjuti berbagai laporan terhadap adanya pemberhentiansejumlah pekerja.

"Kami akan mempelajari tuntutan tersebut dan kami akan berupaya untukmenyelesaikannya. PT LCI juga telah menjalankan kewajibannya denganmembayar upah dan mempekerjakan warga sekitar sesuai dengan ketentuanyang ada," katanya.

Disebutkannya, dari 364 orang pekerja di PT LCI 97 persen di antaranyamerupakan putra Aceh, masing-masing 226 orang atau 73 persen dariLhoknga dan 11 persen atau 44 orang berasal dari Leupung.

"Artinya, PT LCI telah memberikan kesempatan kepada warga setempat untuk bekerja," katanya.

Ia menambahkan, perusahaan pada 2011 telah merencakan peningkatankemampuan warga sekitar dengan memberikan berbagai pelatihan sepertimekanika dan sejumlah pelatihan lainnya.

"Paket pelatihan ini sudah kami ajukan dan kami berharap dapat dilaksanakan pada 2012," katanya.

Para demonstran langsung membubarkan diri dengan tertib setelah mendengar penjelasan dari pihak manjeman PT LCI.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon