Krisis Solar, 500 Nelayan Medan Tak Melaut

Jumat, 8 Agustus 2014 | 00:19 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Seorang nelayan mengisi BBM jenis solar ke dalam kapalnya.
Seorang nelayan mengisi BBM jenis solar ke dalam kapalnya. (Antara/Oky Lukmansyah)

Medan - Sekitar 500 kapal nelayan Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, beberapa hari ini tidak kelihatan menangkap ikan di laut akibat krisis bahan bakar solar yang terjadi di daerah tersebut.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Batubara, Edy Alwi, ketika dihubungi dari Medan, Kamis, mengatakan jika ketersediaan solar masih saja terjadi kekurangan, dikhawatirkan seluruh nelayan di daerah itu akan berhenti melaut.

Sehingga warga yang memiliki mata pencariaan sebagai nelayan, menurut dia, akan menganggur dan tidak memiliki pekerjaan lagi, dan hanya berdiam diri di rumah.

"Hal seperti itu diharapkan jangan sampai terjadi karena jelas berdampak kurang baik terhadap perekonomian nelayan di wilayah Pantai Timur Sumatera," ucap Edy.

Dia menyebutkan, samakin berkurangnya stok solar bagi nelayan yang melaut, karena adanya pembatasan penjualan solar bersubsidi bagi konsumen yang dilakukan SPBU di Batubara.

Oleh karena itu, katanya, kehidupan nelayan di daerah itu, benar-benar memprihatinkan dan sangat menyedihkan, serta mereka tidak lagi melaksanakan aktivitas sehari-hari mencari ikan ke laut.

"Kehidupan nelayan yang selama ini sudah terbiasa dengan kondisi miskin, akan bertambah menderita lagi. Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Batubara," ujar tokoh nelayan itu.

Edy menambahkan, sebelum adanya pembatasan penjualan solar, nelayan yang pergi menangkap ikan ke luat, juga suilt untuk mendapatkan hasil tangkapan.

Hal ini karena masih beroperasinya kapal pukat harimau (trawl), dan pukat gerandong (pukat yang ditarik dua kapal besar) yang dilarang pemerintah beroperasi menangkap ikan.

"Larangan alat tangkap tersebut, karena merusak sumber hayati laut dan menghancurkan biota terumbu karang," katanya.

Ketika ditanya jumlah nelayan yang memiliki kapal, Edy mengatakan diperkirakan mencapai 800 unitk dan bahah bakarnya adalah menggunakan solar.

"Sedangkan jumlah nelayan tradisional beroperasi menangkap ikan di perairan Batubara, diperkirakan mencapai 21 ribu orang, yakni pemancing, pemukat dan nelayan menggunakan perahu sampan kecil," kata Ketua HNSI Batubara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon