Komisi II Usulkan Pemilukada Tidak Benar-benar Serentak

Kamis, 28 Agustus 2014 | 15:41 WIB
H
YD
Penulis: Hiz | Editor: YUD
Ilustrasi pemilu.
Ilustrasi pemilu. (Antara/Nyoman Budhiana)

Jakarta - Belum ditentukannya pihak yang menyelesaikan sengketa pemilu dalam pemilu kepala daerah, menurut Ketua Panitia Kerja RUU Pilkada Komisi II DPR dari Partai Amanat Nasional Abdul Hakam Naja, dikhawatirkan akan terjadi penumpukkan sengketa pemilukada bila pemilukada benar-benar diadakan serentak.

Untuk itu, dalam diskusi Perludem bertajuk "Masa Depan (RUU) Pilkada (Serentak), Abdul menyampaikan bahwa sebaiknya, pemilukada dilaksanakan per region dalam satu hari yang berbeda.

"Itulah yang saya katakan terjadi penumpukan sengketa, maka kita harus antisipasi. Karena yang menggugat itu tidak akan satu," katanya di Kedai Kopi Deli, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).

Abdul mencontohkan, untuk wilayah sumatera sebaiknya di bagi dua atau tiga region. Misalnya, Sumatera bagian selatan akan menyelenggarakan pemilukada untuk daerah, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka-Belitung dan Palembang. "Itu untuk menghindari keserentakkan," imbuhnya.

Pelaksanaan pemilu kada per region menurut Abdul, terkait masalah keamanan dan menumpuknya sengketa.

"Kalau pemilukada dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dalam satu hari, hal ini akan menjadi beban berat bagi aparat keamanan dan aparat penyelenggara dalam menjalankan tugasnya," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon