4 Cara Meminimalisir "Biaya Perpisahan" Setelah Bersama
Minggu, 2 November 2014 | 09:01 WIB
Di awal kencan segalanya berjalan sempurna. Anda dan pasangan telah sama-sama mantap untuk serius dan menindaklanjutinya ke proses yang legal.
Pada masa penjajakan ini, pasangan tak hanya saling mencari kesesuaian secara fisik dan hati, tapi juga saling beradaptasi untuk berbagi bersama, termasuk beban finansial.
Ada pasangan yang membuka rekening bersama dan memasukkan sebagian gajinya di sana, ada juga pasangan yang telah membagi beban finansial untuk ditanggung bersama. Misalnya dalam bentuk cicilan kartu kredit, kredit barang-barang tertentu yang ditujukan akan dipakai saat menikah, dan bisa saja cicilan rumah.
Hal ini tentu sangat baik bagi persiapan pernikahan.
Namun menurut Kimberly Palmer, senior editor pada US News Money, ada hal-hal yang harus dihitung dengan cermat soal pembagian beban finansial di saat pasangan belum menikah. Jika tak jadi menikah, biaya yang harus dibayar akan mahal. Tak hanya dalam bentuk finansial secara fisik, tapi juga dalam bentuk psikologis pasangan. Palmer memberinya istilah sebagai stres finansial.
Dalam sebuah posting terbaru pada Billfold Money, biaya perpisahan setelah hubungan selama lima tahun di AS rata-rata lebih dari US$ 2.000. Ini merupakan biaya-biaya "perpisahan", setelah pasangan ini menggabungkan finansialnya selama bersama.
Sebelum kerugian-kerugian ini terjadi, Palmer menyarankan agar tiap pasangan harus waspada sebelum memutuskan beban finansial bersama. Berikut empat tips yang perlu diingat ketika Anda sedang menjalin hubungan serius dan berniat ke tingkat berikutnya:
1. Berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk membeli barang bersama.
Jika terjadi perpisahan maka urusannya akan jauh lebih rumit dan berpotensi mahal. Membagi beban finansial per satu orang di saat berpisah tidak akan mudah dan bisa menimbulkan ketegangan psikologis juga.
2. Hindari berbagi kartu kredit, pinjaman dan rekening.
Rumit jika pasangan yang kemudian berpisah, tapi masih berada di dalam satu dokumen yang sama. Anda kelak harus memiliki waktu dan tenaga untuk mengurus "perpisahan" dokumen-dokumen bersama.
3. Jangan berinvestasi dalam item yang tidak Anda sukai.
Jangan memutuskan untuk membeli barang mahal, dengan alasan menabung untuk pernikahan kelak. Misalnya barang-barang elektronik atau perabotan rumah tangga. Jika ternyata Anda berubah pikiran dan menemukan orang lain yang lebih tepat, Anda akan kesulitan membagi barang itu.
4. Menjaga rekening bank Anda sendiri.
Jika Anda mulai berbagi rekening bank, maka orang tersebut juga memiliki akses ke pada account ini. Tapi jika Anda memiliki rekening bank Anda sendiri, maka Anda akan aman menjaga uang Anda sendiri. Hindari berbagi password untuk account online, atau pastikan untuk mengubahnya saat terjadi perpisahan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




