Adhie Massardi Desak Semua Anggota Kompolnas Mundur

Minggu, 25 Januari 2015 | 13:53 WIB
NL
B
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: B1
Pakar psikologi politik dari Universitas Indonesia Hamdi Muluk (kanan) menyampaikan pendapatnya disaksikan mantan Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi (tengah) dan pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro (kiri) saat diskusi menyoroti tulisan capres PDIP Joko Widodo di Jakarta, Kamis (15/5). Tulisan berjudul Revolusi Mental karya Joko Widodo merupakan gagasan membangun Indonesia yang dimulai dari segi mental bangsa.
Pakar psikologi politik dari Universitas Indonesia Hamdi Muluk (kanan) menyampaikan pendapatnya disaksikan mantan Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi (tengah) dan pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro (kiri) saat diskusi menyoroti tulisan capres PDIP Joko Widodo di Jakarta, Kamis (15/5). Tulisan berjudul Revolusi Mental karya Joko Widodo merupakan gagasan membangun Indonesia yang dimulai dari segi mental bangsa. (Antara/Andika Wahyu)

Jakarta - Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi mendesak seluruh anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk mundur. Sebab, mereka dinilai telah menyesatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehingga memilih Komjen (Pol) Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri. Padahal, yang bersangkutan bermasalah hukum, dengan dugaan memiliki rekening gendut.

"Kompolnas seluruhnya harus mengundurkan diri karena menyesatkan presiden sehingga mencalonkan Budi Gunawan," kata Adhie Massardi dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (25/1).

Menurutnya, salah pilih tersebut yang membuat situasi antara KPK dan Kepolisian saat ini kembali memanas seperti 2009.

Dipicu dengan ditangkapnya Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Kepolisian, dengan tuduhan mempengaruhi saksi untuk bersaksi palsu dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sejumlah kalangan menganggap penangkapan BW secara tiba-tiba tersebut terkait dengan ditetapkannya Komjen (Pol) Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK.

Seperti diketahui, Kompolnas yang diketuai oleh Menteri Koordinator (Menko) Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Tedjo Edhy Purdijanto merekomendasikan Budi Gunawan untuk menjadi Kapolri kepada Presiden Joko Widodo.

Kompolnas ketika itu menegaskan Budi Gunawan termasuk calon yang cocok dan bersih. Walaupun, sempat disebut memiliki rekening gendut.

Tetapi, secara tiba-tiba, KPK menjadikan Budi Gunawan tersangka atas dugaan gratifikasi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon