Laba Semen Indonesia Terpangkas 4,6%

Selasa, 3 Maret 2015 | 19:11 WIB
NA
WP
Penulis: Nuriy Azizah | Editor: WBP
Proyek pembangunan pabrik  PT Semen Indonesia di Rembang
Proyek pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang (Suara Pembaruan/Stefy Thenu)

Jakarta - PT Semen Indonesia (SMGR) sepanjang 2014 meraup laba bersih sebesar Rp 5,58 triliun atau turun 4,6 persen dibandingkan perolehan laba bersih 2013 yang mencapai Rp 5,85 triliun.

Naiknya beban perusahaan menjadi pemicu tergerusnya laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semen tersebut.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dirilis Selasa (3/3), sepanjang 2014, perseroan mengantongi pendapatan Rp 27 triliun atau tumbuh 10,2 persen dari 2013 sebesar Rp 24,5 triliun. Kenaikan pendapatan sejalan dengan meningkatnya beban pokok pendapatan yang naik 13,4 persen dari Rp 13,57 triliun pada 2013 menjadi Rp 15,38 triliun pada 2014.

Hal ini membuat laba bruto meningkat 5,4 persen menjadi Rp 11,6 triliun dibandingkan laba bruto 2013 sebesar Rp 11 triliun. Meski secara keseluruhan laba Semen Indonesia terpangkas, laba per saham Semen Indonesia mencapai Rp 938 atau naik 3,65 persen dari sebelumnya Rp 905.

Sementara itu, liabilitas (utang) perseroan sepanjang 2014 tercatat mencapai Rp 9,3 triliun atau naik 3,33 persen dibandingakan liabilitas 2013 sebesar Rp 9 triliun. Adapun ekuitas naik 14,68 persen menjadi Rp 25 triliun dari sebelumnya Rp 21,8 triliun. Hingga 31 Desember 2014, jumlah aset perseroan naik 11,36 persen mencapai Rp 34,3 triliun dari 2013 sebesar Rp 30,8 triliun.

Direktur Utama Semen Indonesia Suparni beberapa waktu lalu mengaku optimistis pada 2015 pertumbuhan industi semen nasional diproyeksikan mampu tumbuh 5-7 persen. Perseroan yakin mampu mencatatkan pertumbuhan di atas pertumbuhan rata-rata industri semen tersebut. "Tahun ini, Semen Indonesia menargetkan penjualan tumbuh sekitar 7-9 persen. Target itu sejalan dengan pertumbuhan pembangunan infrastruktur. Sedangkan, pangsa pasar Semen Indonesia diharapkan akan tetap terjaga pada level 43-44 persen," ujar dia.

Setelah melakukan ekspansi ke Vietnam dan Myanmar pada 2014, tahun ini perseroan menargetkan akan masuk ke pasar Asia seperti Laos, Kamboja, dan Bangladesh.

Selain membidik pasar regional, Semen Indonesia juga tetap akan memperkuat pasar primer dalam negeri yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kawasan Indonesia Timur. Oleh karena itu, perseroan bakal melanjutkan pembangunan pabrik Indarung di Sumatera Barat, dan pabrik Rembang di Jawa Tengah.

Pada 2015, perseroan juga menjajaki pembangunan pabrik di Aceh, Kalimantan, dan Papua. Guna menunjang kinerja persroan semakin ekspansif, dalam lima tahun mendatang perseroan bakal mengucurkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 5-7 triliun per tahun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon