Presiden Diminta Seriusi Kasus Penembakan di Freeport
Sabtu, 14 Januari 2012 | 09:33 WIB
Insiden itu menimbulkan keresahan di kalangan karyawan maupun keluarga mereka.
Kalangan DPRD Mimika, Papua meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengambil langkah serius dalam menghentikan dan mengatasi berbagai kasus penembakan yang terjadi di areal kerja PT Freeport Indonesia.
Anggota Komisi B DPRD Mimika, Wilhelmus Pigai mengatakan selama kurun waktu beberapa bulan terakhir, kasus penembakan orang tak dikenal kembali marak di areal Freeport. "Insiden itu memicu jatuhnya korban jiwa sehingga menimbulkan keresahan di kalangan karyawan maupun keluarga mereka," kata dia di Timika, hari ini.
Menurut Wilhelmus, kondisi yang abnormal tersebut tidak boleh dibiarkan, dan pemerintah harus mengambil langkah tegas dan solutif. "Bapak Presiden harus ambil langkah serius, tidak boleh tinggal diam. Masalah penembakan ini terus terjadi dan memakan korban jiwa," tutur dia.
Anggota Komisi A DPRD Mimika, Athanasius Allo Rafra mendukung wacana agar para tokoh masyarakat Mimika berangkat ke Jakarta untuk menemui SBY. Menurut wakil rakyat dari PDI-Perjuangan itu, pada bulan Mei 2011 Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo secara khusus melakukan kunjungan kerja ke Timika untuk membahas masalah pengamanan Freeport dari berbagai aksi teror penembakan oleh orang tak dikenal.
Sayangnya hingga kini belum terlihat dampak signifikan terhadap kondisi keamanan di areal Freeport. Justru korban jiwa manusia kembali berjatuhan terutama sejak bulan Oktober 2011.
"Kalau Pemda dan DPRD Mimika merasa peduli terhadap masalah yang terjadi selama ini, ada baiknya berkoordinasi untuk membawa tokoh-tokoh masyarakat pergi menghadap Presiden di Jakarta supaya ada penyelesaian yang tegas dan serius," ujar Mantan Penjabat Bupati Mimika periode 2007-2008 itu.
Kalangan DPRD Mimika, Papua meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengambil langkah serius dalam menghentikan dan mengatasi berbagai kasus penembakan yang terjadi di areal kerja PT Freeport Indonesia.
Anggota Komisi B DPRD Mimika, Wilhelmus Pigai mengatakan selama kurun waktu beberapa bulan terakhir, kasus penembakan orang tak dikenal kembali marak di areal Freeport. "Insiden itu memicu jatuhnya korban jiwa sehingga menimbulkan keresahan di kalangan karyawan maupun keluarga mereka," kata dia di Timika, hari ini.
Menurut Wilhelmus, kondisi yang abnormal tersebut tidak boleh dibiarkan, dan pemerintah harus mengambil langkah tegas dan solutif. "Bapak Presiden harus ambil langkah serius, tidak boleh tinggal diam. Masalah penembakan ini terus terjadi dan memakan korban jiwa," tutur dia.
Anggota Komisi A DPRD Mimika, Athanasius Allo Rafra mendukung wacana agar para tokoh masyarakat Mimika berangkat ke Jakarta untuk menemui SBY. Menurut wakil rakyat dari PDI-Perjuangan itu, pada bulan Mei 2011 Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo secara khusus melakukan kunjungan kerja ke Timika untuk membahas masalah pengamanan Freeport dari berbagai aksi teror penembakan oleh orang tak dikenal.
Sayangnya hingga kini belum terlihat dampak signifikan terhadap kondisi keamanan di areal Freeport. Justru korban jiwa manusia kembali berjatuhan terutama sejak bulan Oktober 2011.
"Kalau Pemda dan DPRD Mimika merasa peduli terhadap masalah yang terjadi selama ini, ada baiknya berkoordinasi untuk membawa tokoh-tokoh masyarakat pergi menghadap Presiden di Jakarta supaya ada penyelesaian yang tegas dan serius," ujar Mantan Penjabat Bupati Mimika periode 2007-2008 itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




