Tarakanita Peringati Hardiknas dengan Aksi Nyata Peduli Lingkungan

Sabtu, 2 Mei 2015 | 12:07 WIB
WM
B
Penulis: Willy Masaharu | Editor: B1
TK/SD Tarakanita 2 dan SMP Tarakanita 1, Jakarta menyambut Hari Pendidikan Nasional dengan kegiatan menanam pohon, Sabtu, 2 Mei 2015.
TK/SD Tarakanita 2 dan SMP Tarakanita 1, Jakarta menyambut Hari Pendidikan Nasional dengan kegiatan menanam pohon, Sabtu, 2 Mei 2015. (Willy Masaharu)

Jakarta -  TK/SD Tarakanita 2 dan SMP Tarakanita 1, yang berlokasi Jalan Wolter Monginsidi 118, Kelurahan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) memperingati Hari Pendidikan Nasional (hardiknas) 2 Mei dengan kerja bakti lingkungan, menanam pohon, dan melengkapi sarana prasarana tempat sampah di sepanjang Jalan Wijaya. Kegiatan ini dilakukan bersama-sama dengan warga sekitar.

Kepala Sekolah Tarakanita, Paula Ruliyati Puji Lestari berkomitmen menerapkan sekolah yang bersih, sehat, aman, toleran, nyaman, transparan, akuntabel, berintegritas, ramah anak, dan berkualitas.

"Sekolah senantiasa membangun kerja sama dalam melaksanakan beberapa kegiatan kesiswaan bersama dengan orang tua dan masyarakat sekitar. Juga dalam membangun karakter peserta didik untuk "Stop Tindakan Tidak Terpuji" adalah tanggung jawab tiga komponen, yaitu keluarga-sekolah-masyarakat, terutama dalam pengawasan dan memberikan keteladanan. Contoh sederhana, antara lain menaruh sampah pada tempatnya, tidak merokok, dan menaati aturan atau tata tertib," katanya, di Jakarta, Sabtu (2/5).

Menurutnya, sekolah yang tidak hanya mengembangkan kualitas akademik saja, namun juga dasar-dasar yang baik dengan menumbuhkembangkan budaya kasih, budaya seni, (kearifan lokal) berbudaya lingkungan.

"Seperti hari ini, bersama orangtua dan masyarakat sekitar, kami melakukan bersih lingkungan, menanam pohon, membuat sumur resapan, lubang resapan biopori, serta melakukan edukasi kepada para pedagang agar menjaga kebersihan saat berdagang, dan mengelola sampah. Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, Ki Hajar Dewantara akan tersenyum bangga jika semboyan yang diajarkannya diwujudnyatakan oleh generasi penerusnya 'ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handsayani', yang artinya di depan memberi contoh, di tengan memberi semangat, dan di belakang memberi dorongan, " katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon