Disnakertrans: Tidak Ada Eksodus Besar-besaran Warga Tiongkok ke Lebak

Rabu, 1 Juli 2015 | 21:48 WIB
LD
B
Penulis: Laurens Dami | Editor: B1
Ilustrasi karyawan
Ilustrasi karyawan (lowongankerjaonline.net)

Serang - Rumor yang menyatakan telah terjadi eksodus besar-besaran warga Tiongkok untuk menjadi tenaga kerja di pabrik Semen Merah Putih di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, dibantah kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).

Sejumlah lembaga terkait di Banten seperti Disnakertrans Banten melakukan pengecekan di pabrik Semen Merah Putih di Lebak untuk menanggapi rumor tersebut.

"Kami sudah lama mendengar informasi adanya eksodus besar-besaran warga Tiongkok ke Lebak. Kami sudah mendatangi langsung ke lokasi pabrik dan bertemu pihak manajemen pabrik Semen Merah Putih, di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Bahkan, kami dipersilakan oleh manajemen perusahan tersebut untuk mengecek langsung di lokasi pabrik untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Kami tidak menemukan ribuan warga Tiongkok yang bekerja di pabrik tersebut," jelas Kepala Disnakertrans Banten, Hudaya Latuconsina, di Jakarta, Kamis (1/7).

Hudaya menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun di lokasi pabrik Semen Merah Putih di Bayah, Lebak, tenaga kerja berwarga negara Tiongkok yang bekerja di pabrik tersebut sebanyak 452 orang. Sementara tenaga kerja yang bekerja di bagian pelabuhan sebanyak 31 orang.

"Semua tenaga kerja yang dipekerjakan oleh PT Cemindo Gemilang yang memproduksi Semen Merah Putih di Lebak berstatus resmi dan memiliki izin. Kalau memang benar ada eksodus besar-besaran tersebut, seharusnya bisa dicegah dari Jakarta, atau oleh pihak imigrasi di Bandara Soekarno Hatta," jelasnya.

Menurut Hudaya, persoalan tenaga kerja asing di PT Cemindo Gemilang di Lebak, prosesnya melalui menteri terkait di Jakarta. Lembaga dan dinas terkait di daerah hanya mengetahui saja.

"Kalau memang ada tenaga kerja asing yang bermasalah dengan izin bekerja di Indonesia bisa dikenakan sanksi, dan dipulangkan ke negara asalnya. Namun, kami dari Disnakertrans Banten belum menemukan adanya warga negara Tiongkok yang bekerja di PT Cemindo Gemilang, yang tidak resmi. Kami berharap aparatur pemerintah baik di tingkat pusat maupun di daerah sama-sama mengatasi persoalan tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Banten, Ranta Soeharta, juga membantah rumor tentang eksodus tersebut. "Saya kira pihak pemerintah pusat sudah mengecek langsung ke PT Cemindo Gemilang di Bayah, Lebak. Saya tidak tahu, informasi soal eksodus besar-besaran warga Tiongkok ke Lebak itu pertama kali disebarkan oleh siapa. Seharusnya kalau ada warga Tiongkok yang menjadi tenaga kerja di Indonesia tanpa mengantongi izin alias ilegal, langsung ditindak," ujarnya.

Menurut Ranta, pekerja asal Tiongkok di PT Cemindo Gemilang, hanya sebanyak 452 orang dan semuanya didatangkan oleh vendor yang bekerja sama dengan PT Cemindo Gemilang. Pekerja di pabrik tersebut hanya bersifat kontrak karena pabrik Semen Merah Putih masih dalam proses pembangunan.

"Berdasarkan keterangan yang kami peroleh dari pihak manajemen PT Cemindo Gemilang yang memproduksi Semen Merah Putih tersebut, pekerja asal Tiongkok tersebut akan selesai masa kontraknya setelah pembangunan pabrik selesai. Ada sejumlah tenaga ahli, khususnya di bagian engineering asal Tiongkok yang bekerja di pabrik semen tersebut," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon