Era Gus Dur, "Reshuffle" Dapat Terjadi Setiap Waktu
Jumat, 10 Juli 2015 | 15:07 WIB
Jakarta – Pada era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), reshuffle atau perombakan kabinet dapat terjadi setiap waktu. Apalagi, jika terdapat menteri yang terindikasi korupsi.
Demikian dikemukakan,mantan Juru Bicara Gus Dur Adhie Massardi, Jumat (10/7).
"Gus Dur tidak pernah membuat 'musim reshuffle'. Begitu menteri tidak bisa jalankan fungsinya, atau terindikasi korupsi, bisa langsung diganti," katanya.
"Jadi seperti dalam pertandingan sepakbola, begitu pemain tidak tampil dalam performa baik, manajer atau pelatih bisa lekas menariknya ke luar lapangan. Sebab kalau tidak dilakukan, bisa merusak sistem permainan seluruh tim," ujarnya.
Koordinator Gerakan Indonesia bersih tersebut menyatakan, reshuffle yang dilakukan tiba-tiba dalam era Gus Dur memang menimbulkan goncangan politik.
"Tapi hal itu terjadi hanya karena kita tidak terbiasa. Kita masih dibayang-bayangi kabinet versi Pak Harto (Presiden kedua Soeharto) yang selalu bertahan 5 tahun, kecuali ada hal luar biasa," ujarnya.
"Pak Harto bisa stabil karena ada komando yang kuat, dan cara memilih menterinya atau prosesnya sangat panjang," ucapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




