Oknum TNI Penembak Warga di Gereja Mimika Sedang Mabuk
Jumat, 28 Agustus 2015 | 22:26 WIB
Jayapura- Keterangan Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Teguh Pudji Raharjo yang menyebut Dua anggota TNI menembak mati warga karena membela diri akibat dikeroyok, terbantahkan dengan keterangan Petugas Pastoral Keuskupan Timika Papua, Santon Tekege.
Petugas Pastoral yang berada di lokasi kejadian saat penembakan brutal itu menyebutkan, warga sedang melakukan upacara syukuran di halaman gereja Katolik Koperapoka.
"Syukaran ini terkait adanya orang Mimika pertama yang meraih gelar Doktor. Masyarakat Mimika melaksanakan acara pukul tifa yang dipusatkan di halaman Gereja Katolik Koperapoka Kamis malam. Rencananya acara syukuran penyambutan akan dilakukan di Hotel Grand Tembaga di Timika hari Jumat ini,' kata Santon saat dihubungi wartawan, Jumat (28/9) sore.
Diceritakannya, acara syukuran di sepanjang jalan Koperapoka ini dijaga oleh banyak Orang Muda Katolik (OMK) yang menjadi petugas keamanan dalam acara tersebut.
"Tetapi aparat keamanan yang berasal dari TNI Kodim 1710 datang mengacaukan acara pukul tifa tanpa alasan apa pun dan menembak mati beberapa orang dan lainnya terluka kena tembakan di Koperapoka," ungkapnya
Menurut Santon Tekege, kronologis sebenarnya yakni pada saat acara pukul tifa ini dilakukan, tiba-tiba ada dua orang yang tak dikenal latar belakang statusnya mendatangi di tempat acara tersebut dalam keadaan mabuk dengan kendaraan bermotor. Karena kedua orang tak dikenal itu datang dalam keadaan mabuk, masyarakat menolak mereka untuk masuk ke tempat acara itu.
Kedua orang tersebut kemudian pulang dengan emosi dan kemarahan kepada petugas keamanan acara pukul tifa tersebut. Beberapa menit kemudian kedua orang tak kenal itu kembali mendatangi ketempat acara pukul Tifa itu dengan senjata laras panjang dan sangkur pisau. Kedua orang tersebut lalu mengadakan tawar menawar dengan petugas keamanan acara tersebut.
"Dengan emosi dan marah-marah kedua pelaku penembakan mendobrak paksa untuk masuk ke acara pukul tifa dan mengacaukan acara tersebut. Kedua orang itu menodongkan senjata dan pisau ke arah masyarakat di acara itu," tuturnya.
Kedua orang itu kemudian nkeluar dari tempat acara pukul tifa menuju jalan raya. Di jalan raya itulah, pelaku mengeluarkan tembakan ke arah masyarakat yang ada di sepanjang jalan raya Koperapoka. Masyarakat lari ketakutan. Para pelaku kemudian menembak ke arah masyarakat dengan peluru tajam.
"Banyak orang yang kena peluru tajam dan ada yang mati di tempat. Nama-nama korban adalah Imanuel Mailmaur (23) tewas ditembak ditembak di tempat, Yulianus Okoware (23) tewas ditembak di tempat, Marthinus Apokapo (24) luka di pinggang kiri karena kena peluru, Marthinus Imapula (25) luka di kaki kena tembakan peluru. Dan masih ada yang mengalami luka-luka tembakan tetapi tidak bisa terdata karena banyak aparat keamanan tidak mengizinkan mengambil data para korban di Rumah Sakit Umum Daerah Mimika," kata Santon.
Setelah ditelusuri identitas para pelaku penembakan itu, ternyata mereka berasal dari Kodim 1710 yaitu Serka Makher dan Sertu Ashar. "Mengapa aparat keamanan selalu saja menjadi biang segala konflik dan kekerasan bahkan pembunuhan terhadap orang asli Papua selama ini," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




