Baleg Belum Bentuk Pansus RUU Pertembakauan

Senin, 14 September 2015 | 22:44 WIB
ST
B
Penulis: Stefi Thenu | Editor: B1
Hasil panen petani tembakau tengah disortir
Hasil panen petani tembakau tengah disortir (istimewa)

Semarang - Meskipun sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2015, Badan Legislasi (Baleg) DPR belum membentuk Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan.

"RUU Pertembakauan saat ini tengah dalam tahap harmonisasi di Baleg," ujar Wakil Ketua Baleg Firman Soebagyo kepada SP, Senin (14/9).

Anggota Komisi IV DPR itu menegaskan, RUU Pertembakauan akan mengatur dari hulu hingga hilir urusan komoditas bahan baku rokok tersebut.

Menurut Firman, tembakau kita mempunyai sejarah panjang. Untuk itu, harus dikembangkan menjadi komoditas ekspor.

" RUU Pertembakauan secara filosofis akan melindungi kepentingan petani tembakau," ujar politisi Golkar ini.

Firman menegaskan, untuk mencegah tumpang tindih aturan, RUU tersebut tidak akan menyebutkan secara eksplisit soal kesehatan akibat paparan produk tembakau.

"Selama ini kan UU kita tumpang tindih. UU kesehatan mengatur tembakau. UU tembakau mengatur kesehatan. Tidak jelas, makanya diatur secara tegas dan jelas," tukasnya.

Sebagai komoditas bernilai strategis, menurut politisi asal Pati Jateng ini, industri berbahan baku tembakau, termasuk korporasi rokok, berkontribusi besar bagi pendapatan negara. Kontribusi pajak dan cukai industri rokok mencapai Rp 154 triliun.

Firman juga menolak jika cukai rokok akan dinaikkan. RUU Pertembakauan, lanjut dia, tidak akan menekan kalangan industri rokok lantaran sudah dikenai kewajiban cukai besar dari negara.

Dia juga membantah jika masuknya RUU Pertembakauan ke dalam Prolegnas Prioritas sebagai titipan dari korporasi.

"Tidak ada titip menitip. Saya justru menduga ada pihak-pihak yang terkesan anti-RUU Pertembakauan," tegasnya.

Menurut Firman, tidak ada pemimpin manapun yang ketika mencalonkan jadi presiden berani melawan kampanye melarang rokok.

"Obama sekalipun enggak pernah berani," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon