Serangan Bersenjata kembali Terjadi di Areal Freeport
Kamis, 9 Februari 2012 | 15:09 WIB
Tadi pagi penembakan terjadi lagi di areal penambangan PT Freeport Indonesia. Satu orang mengalami luka serius
Ini merupakan teror kesekian kali atas pertambangan mineral terbesar di Papua itu. Terhitung sejak Juli 2009 hingga saat ini tercatat sudah 15 orang tewas dan 54 orang lainnya terluka akibat aksi penembakan kelompok bersenjata tidak dikenal di areal PT Freeport Indonesia di Mimika, Papua.
Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Ramdani Sirait yang dihubungi dari Timika, Kamis (9/2), mengatakan PT Freeport sangat prihatin dengan terus terjadinya aksi teror penembakan oleh kelompok bersenjata tidak dikenal dimana hingga saat ini pelakunya belum terungkap.
"Kami sangat prihatin dengan aksi penembakan yang terus terjadi dan masih belum terungkap pelakunya. Kami memberikan dukungan penuh kepada pihak keamanan dalam menangani gangguan keamanan ini," ujar Ramdani.
Ramdani membenarkan terjadinya kembali teror penembakan yang melukai sejumlah karyawan CV Yawapu Jaya di Mil 37 ruas jalan Tanggul Timur kawasan hutan Kali Kopi, Kamis pagi sekitar pukul 08.20 WIT.
Menurut Ramdani, CV Yawapu Jaya, merupakan perusahaan milik salah satu masyarakat asli suku Kamoro yakni Kepala Kampung Nayaro, Herman Apoka.
Perusahaan tersebut merupakan salah satu kontraktor di lingkungan PT Freeport yang menangani pekerjaan reklamasi di Tanggul Barat.
"PT Freeport Indonesia sangat serius dalam menangani keselamatan dan keamanan para karyawan kami, dan memulihkan lingkungan kerja yang aman adalah prioritas utama kami," tutur Ramdani.
Satu dari beberapa korban penembakan pada Kamis pagi, Siberius Yamiru, 29, yang mengalami luka serius telah dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika untuk menjalani operasi.
Siberius tertembak pada bagian dadanya. Korban sempat dirawat di Klinik Kuala Kencana, namun pada Kamis siang dirujuk ke RSMM Timika untuk menjalani operasi karena diduga serpihan peluru masih tertinggal dalam tubuhnya.
Beberapa korban lainnya hanya mengalami luka ringan terkena serpihan kaca mobil dan hingga kini masih dirawat di Klinik Kuala Kencana.
Pada Selasa (7/2), seorang anggota Brimob Detasemen B Polda Papua, Briptu Ronald Sopamena tewas saat terjadi kontak tembak dengan gerombolan bersenjata di Mil 37 ruas jalan Tanggul Timur, kawasan hutan Kali Kopi, Timika.
Jenazah Ronald sudah dibawa ke Manado, Sulawesi Utara, kemarin, menggunakan pesawat Batavia Air untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Ini merupakan teror kesekian kali atas pertambangan mineral terbesar di Papua itu. Terhitung sejak Juli 2009 hingga saat ini tercatat sudah 15 orang tewas dan 54 orang lainnya terluka akibat aksi penembakan kelompok bersenjata tidak dikenal di areal PT Freeport Indonesia di Mimika, Papua.
Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Ramdani Sirait yang dihubungi dari Timika, Kamis (9/2), mengatakan PT Freeport sangat prihatin dengan terus terjadinya aksi teror penembakan oleh kelompok bersenjata tidak dikenal dimana hingga saat ini pelakunya belum terungkap.
"Kami sangat prihatin dengan aksi penembakan yang terus terjadi dan masih belum terungkap pelakunya. Kami memberikan dukungan penuh kepada pihak keamanan dalam menangani gangguan keamanan ini," ujar Ramdani.
Ramdani membenarkan terjadinya kembali teror penembakan yang melukai sejumlah karyawan CV Yawapu Jaya di Mil 37 ruas jalan Tanggul Timur kawasan hutan Kali Kopi, Kamis pagi sekitar pukul 08.20 WIT.
Menurut Ramdani, CV Yawapu Jaya, merupakan perusahaan milik salah satu masyarakat asli suku Kamoro yakni Kepala Kampung Nayaro, Herman Apoka.
Perusahaan tersebut merupakan salah satu kontraktor di lingkungan PT Freeport yang menangani pekerjaan reklamasi di Tanggul Barat.
"PT Freeport Indonesia sangat serius dalam menangani keselamatan dan keamanan para karyawan kami, dan memulihkan lingkungan kerja yang aman adalah prioritas utama kami," tutur Ramdani.
Satu dari beberapa korban penembakan pada Kamis pagi, Siberius Yamiru, 29, yang mengalami luka serius telah dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika untuk menjalani operasi.
Siberius tertembak pada bagian dadanya. Korban sempat dirawat di Klinik Kuala Kencana, namun pada Kamis siang dirujuk ke RSMM Timika untuk menjalani operasi karena diduga serpihan peluru masih tertinggal dalam tubuhnya.
Beberapa korban lainnya hanya mengalami luka ringan terkena serpihan kaca mobil dan hingga kini masih dirawat di Klinik Kuala Kencana.
Pada Selasa (7/2), seorang anggota Brimob Detasemen B Polda Papua, Briptu Ronald Sopamena tewas saat terjadi kontak tembak dengan gerombolan bersenjata di Mil 37 ruas jalan Tanggul Timur, kawasan hutan Kali Kopi, Timika.
Jenazah Ronald sudah dibawa ke Manado, Sulawesi Utara, kemarin, menggunakan pesawat Batavia Air untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




