Islam Moderat Dinilai Bisa Cegah IS "Rasuki" Mahasiswa
Selasa, 15 September 2015 | 20:23 WIB
Jakarta - Penguatan pemahaman agama Islam moderat dinilai menjadi salah satu senjata untuk mencegah masuknya paham kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (IS). Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah berkewajiban untuk memberikan pemahaman Islam moderat tersebut, terutama di kampus-kampus.
"Kita semua harus bersatu dan bersinergi dalam memerangi paham IS ini. Pemerintah, dalam hal ini, bisa merangkul berbagai lembaga terkait lainnya untuk melakukan sosialisasi dan penguatan pemahaman Islam moderat ini, terutama di kampus-kampus," ungkap Guru Besar Sosiologi Agama UIN Syarief Hidayatullah, Bambang Pranowo, dalam keterangannya, Selasa (15/9).
Bambang menilai, langkah yang telah dilakukan pemerintah, melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dengan menggelar sosialisasi pencegahan paham kekerasan dan IS di kalangan mahasiswa sudah bagus. Namun itu, kata dia, hal tersebut harus ditindaklanjuti dengan adanya penguatan pemahaman tentang Islam moderat.
Fenomena bergabungnya mahasiswa dengan kelompok IS, kata dia, tidak terlepas dari keberadaan media internet dan media sosial. Hal itu, dikarenakan IS memang menggunakan media dunia maya ini sebagai media propaganda mereka untuk merekrut anggota baru.
"Apalagi kalau kondisi orang itu sedang gelisah, pikirannya penuh dengan kebuntuan dan melihat kondisi saat ini dirasa tidak ideal bagi dia. Maka hal tersebut mudah melihat suatu tawaran yang lebih baik seperti bergabung dengan IS itu," ujar Bambang.
Ketua Umum Ikatan Dai Seluruh Indonesia (Ikadi), Ahmad Satori Ismail mengungkapkan, propaganda IS dan paham kekerasan yang masuk ke lingkungan perguruan tinggi tentunya akan sangat membahayakan bangsa. Dia setuju para mahasiswa harus dilindungi dari upaya propaganda IS yang sengaja menghasut untuk merekrut anggota.
"Seluruh civitas akademika harus melakukan penguatan daya tangkal terhadap propaganda IS dengan mengajak mahasiswa aktif melakukan kegiatan dialog secara periodik. Selain itu, mahasiswa harus diberikan pemahaman yang benar tentang bagaimana bahayanya IS," kata Ahmad Satori.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




