Holcim Raih Pinjaman Rp 750 Miliar
Kamis, 17 September 2015 | 04:31 WIB
Jakarta-PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) meraih pinjaman sebesar Rp 750 miliar dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Perseroan meneken perjanjian fasilitas pinjaman jangka panjang tersebut pada 22 Juli 2015. Adapun, bunga ditetapkan sesuai dengan suku bunga acuan Bank Indonesia (JIBOR) tiga bulanan ditambah margin dengan tenor lima tahun. Dengan demikian, Holcim berkewajiban melunasi dengan 11 kali angsuran yang dimulai pada bulan ke-30 setelah penandatanganan perjanjian.
Menurut catatan Investor Daily, Holcim mengincar pinjaman sebesar Rp 2,5 triliun. Kala itu, perseroan menargetkan untuk dapat mengantongi dana segar tersebut pada Juni 2015. "Kami memang sedang mencari fasilitas pinjaman baru. Ada kemungkinan pinjaman sindikasi (syndication loan)," kata Direktur Keuangan Holcim Kent Carson, beberapa waktu lalu.
Kendati demikian, Kent enggan memaparkan berapa banyak bank asing dan domestik yang akan terlibat. Adapun rerata tenor yang ditawarkan berkisar antara 3-5 tahun.
Sesuai rencana, pinjaman tersebut akan dialokasikan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar US$ 250 juta serta pembayaran kembali (refinancing) utang perseroan. Saat ini, perseroan tengah memangkas utang dalam mata uang asing dan mengalihkannya dalam rupiah. Utang perseroan dalam dolar Amerika Serikat (AS) dan euro tahun ini, tercatat sebesar 36 persen dari total utang perseroan. Presentase tersebut telah terpangkas dari sebelumnya mencapai 70 persen. Adapun, pada akhir 2016, presentase utang perseroan ditargetkan hanya sebesar 20 persen.
"Oktober 2014 kami telah melakukan refinancing utang dalam dolar cukup besar. Kami menilai di tengah nilai tukar rupiah yang tidak stabil, lebih rasional jika utang dalam rupiah," jelas Kent.
Kent menyatakan perseroan sejauh ini tidak tertarik melakukan opsi lindung nilai (hedging). Praktik hedging hanya dilakukan sebesar 20 persen dari total utang mengikuti kebijakan Bank Indonesia (BI). "Di Indonesia, dengan hedging menelan biaya yang tidak sedikit. Mengingat rupiah saat ini masih terus melemah terhadap dolar Amerika," kata dia.
Pada akhir tahun lalu Holcim telah mengantongi pinjaman senilai Rp 2 triliun. Pinajaman tersebut memiliki tenor yang berkisar antara 3-4 tahun. Sebanyak Rp 1,2 triliun dari pinjaman tersebut dialokasikan untuk refinancing utang bank. Sisanya, yakni Rp 800 miliar digunakan untuk penambahan capex perseroan tahun ini.
Hingga semester I – 2015, Holcim membukukan pendapatan sebesar Rp 4,86 triliun atau turun 1,4 persen dibandingkan periode sama 2014 sebesar Rp 4,93 triliun. Susutnya pendapatan disebabkan oleh penurunan volume penjualan. Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp 138,06 miliar per Juni 2015. Padahal, pada periode Januari – Juni 2014 perseroan masih membukukan laba bersih seesar Rp 452,93 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




