Munaslub Dinilai Sebagai Langkah Politis Menyatukan Golkar
Minggu, 20 September 2015 | 15:30 WIB
Jakarta - Pengamat politik dari Populi Center Nico Harjanto menilai upaya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar harus dipandang sebagai langkah politik untuk menyatukan partai berlambang pohon beringin ini.
Menurut Nico, jika kubu Aburizal Bakrie dan kubu Agung Laksono masih ngotot menempuh jalur hukum, maka kemungkinan besar Partai Golkar akan pecah.
"Saya pikir wacana Munaslub harus dipandang secara positif sebagai langkah politik untuk menyatukan Partai Golkar yang sampai sekarang sedang konflik. Langkah hukum tidak akan menyelesaikan masalah partai secara akomodatif," ujar Nico saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (20/9).
Untuk menyelenggarakan Munaslub, kata Nico memang harus ada sikap legowo dan saling menghargai antara kedua kubu. Menurutnya, kubu ARB dan kubu AL harus duduk bersama siapa yang akan menyelenggarakan Munaslub dan teknis penyelenggaraanya.
"Menang dalam AD/ART Partai Golkar dinyatakan yang berhak menyelenggarakan Munaslub adalah DPP Partai. Tapi, saya kira jika dua kubu punya kemauan, komitmen dan keinginan yang sama maka kedua kubu bisa membentuk panitia khusus seperti tim 10 untuk proses pemenangan pilkada serentak kemarin," jelasnya.
Sebagaimana diketahui Munaslub Partai Golkar diwacanakan oleh Wakil Ketua Umum kubu Agung Laksono Yorrys Raweyai. Yorrys menilai Partai Golkar harus bersatu sebagai konsolidasi jelang pemilu 2019. Munaslub, katanya sebagai langkah awal menuju penyatuan tersebut.
Wacana dan usulan Yorrys tidak terlalu serius ditanggapi oleh kedua kubu Partai Golkar. Baik kubu ARB dan kubu AL tidak terlalu berminat dengan usulan Munaslub tersebut. Ada yang menilai Yorrys Cs berupaya memecah belah Golkar menjadi tiga kubu. Yang lain mempertanyakan siapa yang berhak menyelenggarakan Munaslub sementara keabsahan kepengurusan masih dalam proses hukum.
Sementara elite Golkar yang lain lebih memilih menunggu hasil putusan Incracht dari pengadilan dan setelahnya menjalankan amanat Mahkamah Partai Golkar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




