Wayan Koster Bantah Terima Uang dari Yulianis
Rabu, 15 Februari 2012 | 18:35 WIB
Kesaksian Wayan Koster bertolak belakang dengan keterangan Yulianis dan Oktarina Furi.
Anggota Komisi X DPR dan anggota Badan Anggaran DPR dari Fraksi PDIP I Wayan Koster membantah telah menerima sejumlah uang yang dikatakan berasal dari mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Grup Yulianis.
Anggota Badan Anggaran DPR ini juga membantah ketika ditanyakan hakim apalah meminta sesuatu terkait proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Gamesa senilai Rp191 miliar.
"Tidak pernah menerima (uang Wisma Atlet). Tidak pernah (sopir mengantar sesuatu)," kata Wayan Koster ketika bersaksi untuk sidang terdakwa kasus Wisma Atlet M Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (15/2).
Di samping itu, Koster juga menyatakan asistennya di DPR hanya satu yaitu Budi Supriatna. Dan hanya memiliki satu staf ahli, yaitu Fandi sehingga tidak ada nama Jefry yang dikatakan menerima sejumlah uang.
Politikus PDIP ini juga membantah mengenal terpidana Mindo Rosalina Manullang (Rosa). Bahkan, menegaskan tidak pernah berkomunikasi dengan Rosa.
Padahal, dalam kesaksian tiga orang saksi di persidangan sebelumnya, Yulianis, Oktarina Furi dan Lutfhi ada pemberian uang Rp3 miliar dan Rp2 miliar kepada Angelina Sondakh. Uang itu diberikan melalui Wayan Koster.
Mantan sopir Yulianis, Lutfhi mengakui uang Rp2 miliar yang disimpan dalam kardus printer atas arahan Rosa untuk diantarkan ke ruangan Wayan Koster di lantai enam gedung MPR/DPR.
Ketika itu, Luthfi mengakui dia sempat melihat Angelina Sondakh memasuki ruangan Wayan Koster seusai dia mengantar uang Rp3 miliar dalam kardus rokok ke ruangan politikus PDIP tersebut.
Satu hal, saksi lainnya, Oktarina Furi juga menyebut Koster menerima sejumlah uang dalam bentuk mata uang dolar Amerika dari proyek universitas yang digarap Permai Grup.
Oktarina menjelaskan, dia pernah mendengar Yulianis bertelepon dengan Mindo Rosalina Manullang dan mengatakan atas persetujuan Nazaruddin disuruh mampir ke DPR.
Hanya saja, mantan staf keuangan PT Permai Grup ini mengaku aliran dana ke Wayan Koster tidak ada kaitannya dengan proyek pembangunan Wisma Atlet. Justru uang itu berkaitan dengan proyek universitas.
"Waktu itu dolar Amerika. Tetapi, saya tidak ingat," ungkap Yulianis.
Dari pembicaraan menggunakan BlackBerry Messenger (BBM) antara Rosa dan Angelina Sondakh juga sudah jelas indikasi penerimaan sejumlah uang oleh Wayan Koster.
Berikut, beberapa petikan isi pembicaraan antara Rosa dan Angie dalam BBM;
"Saya kasih Rp50 ribu dulu ke Bali (diduga Wayan) ya apel washington. Berarti, oh setuju ya yang 50 ribu diantar dulu ke Bali" kata Rosa dalam BBM
Kemudian dijawab oleh Angie, "Dari pada tidak ada, antar dulu saja, biar dia tenang."
Anggota Komisi X DPR dan anggota Badan Anggaran DPR dari Fraksi PDIP I Wayan Koster membantah telah menerima sejumlah uang yang dikatakan berasal dari mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Grup Yulianis.
Anggota Badan Anggaran DPR ini juga membantah ketika ditanyakan hakim apalah meminta sesuatu terkait proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Gamesa senilai Rp191 miliar.
"Tidak pernah menerima (uang Wisma Atlet). Tidak pernah (sopir mengantar sesuatu)," kata Wayan Koster ketika bersaksi untuk sidang terdakwa kasus Wisma Atlet M Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (15/2).
Di samping itu, Koster juga menyatakan asistennya di DPR hanya satu yaitu Budi Supriatna. Dan hanya memiliki satu staf ahli, yaitu Fandi sehingga tidak ada nama Jefry yang dikatakan menerima sejumlah uang.
Politikus PDIP ini juga membantah mengenal terpidana Mindo Rosalina Manullang (Rosa). Bahkan, menegaskan tidak pernah berkomunikasi dengan Rosa.
Padahal, dalam kesaksian tiga orang saksi di persidangan sebelumnya, Yulianis, Oktarina Furi dan Lutfhi ada pemberian uang Rp3 miliar dan Rp2 miliar kepada Angelina Sondakh. Uang itu diberikan melalui Wayan Koster.
Mantan sopir Yulianis, Lutfhi mengakui uang Rp2 miliar yang disimpan dalam kardus printer atas arahan Rosa untuk diantarkan ke ruangan Wayan Koster di lantai enam gedung MPR/DPR.
Ketika itu, Luthfi mengakui dia sempat melihat Angelina Sondakh memasuki ruangan Wayan Koster seusai dia mengantar uang Rp3 miliar dalam kardus rokok ke ruangan politikus PDIP tersebut.
Satu hal, saksi lainnya, Oktarina Furi juga menyebut Koster menerima sejumlah uang dalam bentuk mata uang dolar Amerika dari proyek universitas yang digarap Permai Grup.
Oktarina menjelaskan, dia pernah mendengar Yulianis bertelepon dengan Mindo Rosalina Manullang dan mengatakan atas persetujuan Nazaruddin disuruh mampir ke DPR.
Hanya saja, mantan staf keuangan PT Permai Grup ini mengaku aliran dana ke Wayan Koster tidak ada kaitannya dengan proyek pembangunan Wisma Atlet. Justru uang itu berkaitan dengan proyek universitas.
"Waktu itu dolar Amerika. Tetapi, saya tidak ingat," ungkap Yulianis.
Dari pembicaraan menggunakan BlackBerry Messenger (BBM) antara Rosa dan Angelina Sondakh juga sudah jelas indikasi penerimaan sejumlah uang oleh Wayan Koster.
Berikut, beberapa petikan isi pembicaraan antara Rosa dan Angie dalam BBM;
"Saya kasih Rp50 ribu dulu ke Bali (diduga Wayan) ya apel washington. Berarti, oh setuju ya yang 50 ribu diantar dulu ke Bali" kata Rosa dalam BBM
Kemudian dijawab oleh Angie, "Dari pada tidak ada, antar dulu saja, biar dia tenang."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




