PT Freeport Luncurkan Program Aktivitas Sayangi Ibu Hamil
Kamis, 16 Februari 2012 | 09:52 WIB
Memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak sebagai upaya untuk menekan angka kematian ibu-anak di Mimika, Papua, yang masih cukup tinggi.
Departemen Public Health & Malaria Control (PHMC) PT Freeport Indonesia meluncurkan program Kumpulan Aktivitas Sayangi Ibu Hamil (KASIH), belum lama ini.
Program ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu dan anak di Kampung Utikini Baru, Distrik Kuala Kencana, Mimika.
Kepala Seksi Kemasyarakatan PHMC PT Freeport, Kerry Yarangga di Timika, mengatakan, program KASIH membawahi sejumlah program yang telah dilakukan oleh seksi kemasyarakatan PHMC PT Freeport.
Program tersebut telah dimulai sejak 2011 mencakup pendataan anak usia 0-14 tahun yang menderita penyakit malaria, infeksi pernapasan atas (ISPA), diare, dan lainnya.
Program tersebut berfokus pada para ibu rumah tangga, karena anak-anak pada usia 0-14 tahun masih dekat dan tergantung kepada ibunya.
"Apabila seorang ibu sehat dan dibekali dengan pengetahuan tentang kesehatan, maka akan bisa merawat anak-anaknya dengan baik dan terhindar dari beberapa penyakit," jelas Kerry.
Ia mengatakan kegiatan PHMC dalam pelayanan kesehatan kepada warga lokal di sekitar Timika dilakukan di Kampung Wangirja-SP9, Utikini Baru-SP12 dan Kampung Nayaro.
Kampung Wangirja dan Utikini Baru merupakan komunitas transmigrasi lokal dari beberapa suku asli pegunungan Papua yang dibuka oleh PT Freeport sekitar tahun 1990-an.
Warga di dua kampung tersebut sebelumnya mendiami kawasan pegunungan di Mimika dan beberapa kabupaten tetangga yang dipindahkan dari Utikini Lama dan beberapa kampung di sekitar Tembagapura.
Melalui program KASIH tersebut, Kerry berharap kalangan ibu rumah tangga memiliki pengetahuan yang luas tentang masalah kesehatan sejak masa kehamilan, melahirkan, anak memasuki usia balita hingga anak-anak masuk usia sekolah.
Dalam pelaksanaan program ini, PHMC PT Freeport bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kantor Pemberdayaan Perempuan khusus Seksi Keluarga Berencana dan para tenaga kesehatan lainnya.
Dengan berbagai upaya tersebut diharapkan angka kematian ibu-anak di Mimika dapat ditekan seminimal mungkin.
Departemen Public Health & Malaria Control (PHMC) PT Freeport Indonesia meluncurkan program Kumpulan Aktivitas Sayangi Ibu Hamil (KASIH), belum lama ini.
Program ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu dan anak di Kampung Utikini Baru, Distrik Kuala Kencana, Mimika.
Kepala Seksi Kemasyarakatan PHMC PT Freeport, Kerry Yarangga di Timika, mengatakan, program KASIH membawahi sejumlah program yang telah dilakukan oleh seksi kemasyarakatan PHMC PT Freeport.
Program tersebut telah dimulai sejak 2011 mencakup pendataan anak usia 0-14 tahun yang menderita penyakit malaria, infeksi pernapasan atas (ISPA), diare, dan lainnya.
Program tersebut berfokus pada para ibu rumah tangga, karena anak-anak pada usia 0-14 tahun masih dekat dan tergantung kepada ibunya.
"Apabila seorang ibu sehat dan dibekali dengan pengetahuan tentang kesehatan, maka akan bisa merawat anak-anaknya dengan baik dan terhindar dari beberapa penyakit," jelas Kerry.
Ia mengatakan kegiatan PHMC dalam pelayanan kesehatan kepada warga lokal di sekitar Timika dilakukan di Kampung Wangirja-SP9, Utikini Baru-SP12 dan Kampung Nayaro.
Kampung Wangirja dan Utikini Baru merupakan komunitas transmigrasi lokal dari beberapa suku asli pegunungan Papua yang dibuka oleh PT Freeport sekitar tahun 1990-an.
Warga di dua kampung tersebut sebelumnya mendiami kawasan pegunungan di Mimika dan beberapa kabupaten tetangga yang dipindahkan dari Utikini Lama dan beberapa kampung di sekitar Tembagapura.
Melalui program KASIH tersebut, Kerry berharap kalangan ibu rumah tangga memiliki pengetahuan yang luas tentang masalah kesehatan sejak masa kehamilan, melahirkan, anak memasuki usia balita hingga anak-anak masuk usia sekolah.
Dalam pelaksanaan program ini, PHMC PT Freeport bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kantor Pemberdayaan Perempuan khusus Seksi Keluarga Berencana dan para tenaga kesehatan lainnya.
Dengan berbagai upaya tersebut diharapkan angka kematian ibu-anak di Mimika dapat ditekan seminimal mungkin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




