Genangan di Dukuh Atas Saat Hujan, Basuki: Pompa Rusak
Senin, 9 November 2015 | 09:32 WIB
Jakarta - Saat hujan mengguyur Jakarta pada Sabtu (7/11) lalu membuat sejumlah genangan di beberapa lokasi. Salah satunya adalah di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pihaknya telah mengetahui penyebab genangan yang cukup tinggi di kawasan itu, yakni dikarenakan salah satu pompa rusak sehingga tidak bisa mengalirkan air.
Kerusakan pompa tersebut dikarenakan adanya lumpur yang menyumbat pompa sehingga tidak berfungsi secara optimal. Kasus tersebut, katanya, sama seperti halnya kasus banjir di kawasan Semanggi beberapa tahun lalu.
"Makanya saya bilang, kenapa tidak dibersihkan? Pompa yang ditaruh di air, kalau airnya sudah menyentuh level sekian, pompanya itu otomatis naik. Nah ternyata klepnya itu kena lumpur. Jadi begitu (air) masuk, tidak naik," ujar Basuki di Balai Kota, Senin (9/11).
Hal lainnya juga di kawasan tersebut keberadaan CCTV pengawas mati. Padahal, CCTV tersebut berfungsi untuk mengawasi tinggi air kemungkinan naik atau turun. Apabila air naik, bisa dipastikan mesin pompa untuk mengalirkannya ke waduk atau kali mati.
"Nah kemarin CCTV mati, kami pikir cuma sekedar mati, ternyata tiba-tiba. Tapi ya 90 menit dapat diatasi. Jadi itu cuma masalah klep pompa, klepnya tidak hidup," katanya.
Terkait dengan perawatan mesin pompa itu sendiri, Basuki mengatakan, secara berkala terus dilakukan. Hanya saja masalah teknis seperti klep pompa ini juga seringkali terjadi, pasalnya penempatan pompa yang rendah sehingga saat air masuk tidak bisa dihindari lagi.
"Tidak bisa salahkan orang PU Tata Air juga. Sekarang kita banyak bersihkan saluran-saluran, yang tadinya tidak lancar masuk ke tempat yang lebih rendah, sekarang volumenya lebih tinggi. Kalau dulu kan tertahan genangan. Makanya kita lihat genangan di atas ada tidak? Tidak ada. Tapi karena dia begitu lancar, masuk saja ke bawah dan pas mesinnya macet ya sudah, jadi terlambat," terangnya.
Namun hal tersebut, katanya, sudah diperbaiki dan bisa diselesaikan dengan cepat. Dengan demikian, penyebabnya memang berasal dari pompa yang sejak dulu juga terjadi seperti halnya di pintu air Manggarai, Karet, atau Pluit, yang begitu sampah masuk, saringannya itu tertutup sehingga aliram air tertahan.
"Makanya sekarang yang untuk waduk-waduk, kami sudah pengalaman. Kami sudah siapkan alat berat, jadi tidak mungkin lagi volume air tersumbat oleh sampah," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




