Semen Indonesia: Konsumsi Meningkat, Laba Menurun
Senin, 9 November 2015 | 13:55 WIB
Jakarta - Direktur Utama (Dirut) PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), Suparni, memproyeksikan bahwa selama satu tahun ini permintaan semen meningkat 2 - 3 persen.
"Mungkin setahunnya (year on year) secara nasional (permintaan semen) tumbuh pada kisaran 2 persen sampai 3 persen dari tahun lalu. Jadi positif pertumbuhannya," kata Suparni, yang ditemui di kantor Wapres, Jakarta, Senin (9/11).
Ia menjelaskan, pada Agustus 2015, konsumsi semen nasional tumbuh 17,8 persen, kemudian pada September tumbuh pada kisaran 5 persen dari tahun lalu, dan Oktober tumbuh pada kisaran yang sama.
Namun, Suparni mengungkapkan, laba yang diterima justru menurun. Hal ini terkait dengan adanya pengeluaran dari pembangunan dua pabrik baru di Rembang, Jawa Tengah dan Indrarung, Sumatera Barat.
"Semester satu, kan kita ada kenaikan listrik. Kemudian ada juga kenaikan UMK (upah minimum kota), kenaikan dolar, depresiasi, karena sejak 2012-2013, kita ada dua pabrik baru yang beroperasi, dan harga jual tidak naik. Januari tahun ini sempet mengalami penurunan, sehingga labanya akan sedikit turun dibanding tahun lalu," ujar Suparni.
Laba usaha PT Semen Indonesia disebutkan mengalami penurunan sepanjang semester I - III 2015.
Laba PT Semen Indonesia tercatat sebesar Rp 4,10 triliun, turun 19,8 persen dibanding periode yang sama pada 2014 sebesar Rp 5,11 triliun. Sedangkan, laba bersih mencapai Rp 3,20 triliun, atau turun 21,6 persen dibanding periode yang sama 2014, sebesar Rp 4,08 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




