Kualitas Tidur Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Selasa, 10 November 2015 | 15:44 WIB
CO
YD
Penulis: Carla Isati Octama | Editor: YUD
Ilustrasi bayi
Ilustrasi bayi (Istimewa)

Jakarta - Tidur ternyata tidak hanya untuk menghilangkan lelah, namun kualitas tidur pun memiliki pengaruh terhadap tumbuh kembang bayi dan balit.

"Seringkali orangtua tidak sadar bahwa tidur bagi bayi dan balita memiliki peran yang sangat penting bagi tumbuh kembangnya," ujar dokter spesialis anak, konsultan tumbuh kembang Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K), Msi, saat ditemui di temu media bersama Pampers, Jakarta, Selasa (10/11).

Menurut dr. Soedjatmiko, dalam tidur terdapat dua siklus yakni siklus REM (Rapid Eye Movement) dan siklus Non-REM. Pada bayi hingga anak berumur 3 tahun, biasanya fase REM berlangsung selama 4-5 jam dan fase Non-REM berlangsung selama 8 jam.

"Fase REM itu tidur yang bola mata bergerak, jari tangan dan kaki juga bergerak, dan mereka mimpi. Fase ini masa konsolidasi emosi dan kognitif berdasarkan pengalaman yang dialami sehari-hari," lanjutnya.

Menurut dr. Soedjatmiko, apabila bayi selama seharian mengalami kegiatan menyenangkan, maka hal tersebut akan disusun di pusat memori otak dan pengalaman itu akan digunakan nanti di kemudian hari.

Ia menambahkan, pada saat tidur dan memasuki fase REM maka pertumbuhan otak lebih dipacu.

Adapun fase Non-REM menurut dr. Soedjatmiko akan berpengaruh pada pertumbuhan fisik anak karena disaat itu hormon-hormon pertumbuhan meningkat. Pada fase ini biasanya bayi tidur dengan sunyi senyap dan tidak bergerak-gerak.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon