Pendapatan Semen Baturaja Naik 23%

Selasa, 8 Desember 2015 | 20:11 WIB
NA
B
Penulis: Nuriy Azizah | Editor: B1
Ilustrasi Semen Baturaja
Ilustrasi Semen Baturaja (old.setkab.org)

Jakarta – Pendapatan bersih PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) hingga November 2015 naik 23% menjadi Rp 1,34 triliun dibandingkan periode sama 2014 sebesar Rp 1,08 triliun. Tingginya permintaan semen masih terus menjadi penopang kinerja perseroan.

Sekretaris Perusahaan Semen Baturaja Zulfikri Subli mengatakan, peningkatan pendapatan tersebut disebabkan oleh tingginya volume penjualan semen perseroan yang tumbuh 25% menjadi 1,41 juta ton hingga November 2015 ton dibandingkan periode Januari – November 2015 sebesar 1,13 juta ton. Besaran tersebut hampir mencapai target volume penjualan tahun ini yang sebesar 1,5 juta ton.

Zulfikri mengatakan, pada November 2015 saja, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 145,8 miliar atau naik 10% dibandingkan raihan November 2014 sebesar Rp 132,3 miliar.

"Ini disumbangkan oleh meningkatnya volume penjualan semen sebesar 13% menjadi 153.906 ton dari November 2014 sebesar 136.425 ton," ujar dia kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Sebelumnya, Direktur Utama Semen Baturaja, Pamudji Rahardjo mengatakan perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 2,4 triliun pada tahun depan. Sebagian besar belanja modal atau sebesar Rp 2,3 triliun akan digunakan untuk pembangunan pabrik Baturaja II, dan sisanya untuk penambahan aset rutin.

Adapun, kapasitas pabrik baru tersebut adalah 1,85 juta ton per tahun dengan investasi senilai total 3,324 triliun. Pabrik tersebut ditargetkan beroperasi pada semester I-2017.

"Sumber pendanaan pabrik ini dari dana IPO, kas internal dan pinjaman perbankan," jelas Pamudji, belum lama ini.

Terkait pinjaman, Pamudji menuturkan, peseroan tengah memasuki tahap finalisasi pinjaman dengan salah satu bank BUMN. Fasilitas pinjaman yang diberikan maksimum sebesar 1,5 triliun.

"Untuk internal kas, per Januari 2015 kami mengantongi Rp 2 triliun, dan sudah digunakan Rp 400 miliar untuk pabrik Baturaja II," jelas dia.

Sebagai informasi, pembangunan pabrik Baturaja II, diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas produksi perseroan menjadi 3,85 juta ton per tahun pada 2016. Adapun kapasitas produksi saat ini adalah 2 juta ton per tahun.

Selain peningkatan kapasitas, perseroan juga berencana memperkuat angkutan distribusi dengan membentuk anak usaha baru. Pamudji menyebutkan, perseroan sudah berbicara dengan mitra strategis dan sudah mempersiapkannya selama satu tahun.

"Realisasi anak usaha baru ini rencanannya tahun depan. Tujuannya untuk memperkuat distribusi dan penetrasi pasar. Selain itu juga untuk menyambut peluang di sektor hilir, seperti industri beton, atau energi batubara dan kelistrikan," imbuh dia.

Namun, Pamudji masih enggan membeberkan identitas mitra strategis. Menurut pamudji, samapai saat ini perseroan telah mengucurkan investasi sebesar Rp 10 miliar yang dicatatkan sebagai modal disetor.

Lebih jauh, Pamudji mengatakan, pada 2016 pemimpin pasar semen Sumatera Selatan tersebut, menargetkan penjualan semen mencapai 1,75 ton, atau meningkat dari target tahun ini yang mencapai 1,5 juta ton.

"Saya rasa akan bisa tercapai. Apalagi pada Oktober kemarin penjualan semen mencapai 168 ribu ton, tertinggi sepanjang sejarah Semen Baturaja. Selain itu, adanya persiapan Asian Games 2018 di Sumatera Selatan, juga menambah kontribusi yang besar untuk penjualan," ujar Pamudji.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon