Di NTT, Semen Langka dan Listrik Sering Mati

Jumat, 18 Desember 2015 | 03:38 WIB
YK
B
Penulis: Yoseph A Kelen | Editor: B1
Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di lokasi pembangunan Bendungan Ratnamo Kabupaten Kupang.
Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di lokasi pembangunan Bendungan Ratnamo Kabupaten Kupang. (Suara Pembaruan/Yoseph Kelen)

Kupang - Kelangkaan semen dan pemadaman listrik yang terjadi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sangat menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat dan proses pembangunan di NTT.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno didampingi Wakil Ketua, Alex Ofong dalam jumpa pers akhir tahun di lantai 2 gedung DPRD NTT, Kamis (17/12).

Anwar mengatakan masalah yang menjadi sorotan publik serta pengaduan masyarakat akhir-akhir ini adalah krisis listrik dan kelangkaan semen. Sementara keluhan di bidang pendidikan adalah kasus Universitas PGRI Kupang yang hingga saat ini belum tuntas.

"Fungsi Legislasi, budgeting dan pengawasan DPRD NTT telah dijalani sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi). Dan beberapa kasus yang sangat menonjol yang dijembatani DPRD NTT adalah kasus Unversitas PGRI, listrik bersama PLN dan yang terbaru adalah kelangkaan Semen di Kota Kupang yang menghambat proses pembangunan di NTT," kata Anwar.

"Terkait kelangkaan semen itu saya minta Komisi IV melakukan sidak ke (perusahaan) semen dan distributor serta semua pengecer untuk memastikan penyebab kelangkaan itu. Kami minta Gubernur NTT besama jajarannya serta distrubutor semen segera menyiapkan ketersediaan semen agar tidak mengganggu pembangunan. Kami minta kelangakaan semen bisa diatasi pemerintah secepatnya," jelas Anwar.

Secara terpisah Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan bahwa masalah pemadaman listrik sudah dikomunikasikan dengan General Menejer PLN Wilayah NTT.

"Saya minta agar kasus pemadaman listrik di NTT segera diselesaikan. Entah dengan cara apapun saya tidak mau tahu," kata Gubernur.

"Dan mulai tanggal 20 Desember 2015 tidak boleh ada pemadaman listrik di Kota Kupang karena berbabagi kegiatan besar berlangsung di Kupang, seperti perayaan Natal Nasional. Jangan sampai tamu – tamu dari luar kecewa dan kegiatan itu terhambat."

Terkait kelangkaan semen, Frans mengaku sudah berkomunikasi dengan produsen setempat.

"Saya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk Direktur PT Semen Kupang tetapi kelangkaan semen ini (melanda) secara keseluhan di Indonesia. Dan kepada PT Semen Kupang saya minta agar sementara didahului melayani masyarakat NTT dan tidak boleh dikirim keluar NTT," jelasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon