Mapolsek Sinak Papua Diserang, Pengamanan Presiden di Tangan Pangdam
Senin, 28 Desember 2015 | 07:18 WIB
Jakarta - Penyerangan Mapolsek Sinak, Puncak Jaya, Papua pada Minggu (27/12) malam pukul 20.45 WIT hanya terjadi beberapa hari sebelum kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke bumi Cendrawasih.
Jokowi direncanakan berkunjung ke Papua dan Papua Barat pada 29 hingga 31 Desember 2015 mendatang dan dijadwalkan singgah di sejumlah kabupaten.
Yakni Kabupaten Raja Ampat, di Papua Barat dan Kabupaten Jayawijaya serta Merauke di Papua.
Lalu terganggukah fokus polisi dalam persiapan pengamanan presiden di ring dua dan tiga paska kejadian di Sinak ini?
Kabid Humas Polda Papua Kombes Patrige Renwarin mengatakan jika pengamanan presiden menjadi domain TNI.
"Kalau soal pengamanan presiden ada di Pangdam (Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian)," kata Patrige saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (28/12).
Bukan sekali ini saja Sinak menarik perhatian. Pada Februari 2013 lalu peristiwa tragis juga menimpa anggota TNI di Sinak. Saat itu tujuh orang anggota TNI tewas.
Mereka adalah Sertu Udin dan Sertu Frans yang berasal dari Koramil Sinak, serta lima anggota lain yang berasal dari Batalyon 753 Argaviratama Nabire yang tengah ditugaskan di Sinak.
Saat itu mereka diserang saat hendak mengambil alat komunikasi yang dikirim lewat pesawat di landasan perintis Sinak.
Jarak antara Koramil Sinak dan landasan sekitar 2 kilometer. Saat rombongan itu berada di tanjakan, mereka tiba-tiba diserang sekelompok sipil bersenjata.
Para prajurit itu tidak sempat memberi perlawanan karena mereka tidak membawa senjata.
Di Kabupaten Puncak dan Kabupaten Puncak Jaya terdapat 6 kelompok besar kelompok bersenjata yang sering beraksi.
Tiga kelompok di Kabupaten Puncak adalah Militer Murib yang berbasis di Distrik Sinak dan Distrik Gomeh, kelompok tua pimpinan Titus Murib yang berbasis di kepala air, dan kelompok Peni Murib di Muara.
Lalu di Kabupaten Puncak Jaya, bercokol kelompok Goliat Tabuni yang berbasis di Distrik Tinggineri, kelompok Puron Wenda di Pilia yang kemudian berpindah ke Pirime Kabupaten Lanny Jaya dan sisa kelompok Timika Wonda.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




