Kades Takut, Realisasi Dana Desa Masih Rendah
Kamis, 7 Januari 2016 | 19:49 WIBJakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar, menegaskan, kepala desa di seluruh Indonesia tidak perlu takut menggunakan dana desa. Marwan kembali menegaskan hal ini mengingat realisasi dana desa masih rendah lantaran sejumlah kepala desa takut menggunakannya untuk program kesejahteraan desa.
"Tidak perlu takut gunakan dana desa. Justru dengan dana desa ini, kalau dibelanjakan untuk program desa akan membantu pembangunan nasional," ujar Menteri Marwan saat berdialog dengan para kades di Pendopo Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/1).
Marwan mengatakan, ada banyak ketakutan para kades dan perangkat desa dalam menggunakan dana desa. Bahkan ada upaya menakut-nakuti kades dalam memakai dana desa sehingga program berjalan lambat.
"Saya tegaskan, jangan takut dari kepolisian juga sudah karena kapolri dan kejaksaan agung membuat surat agar tidak lakukan kriminalisasi kepada kades yang memakai dana desa. Kapolri sudah minta kapolres supaya tidak buru-buru menangani kasus yang bersinggungan langsung dengan kades," kata Marwan.
Menurut Marwan, pihaknya sangat serius mengupayakan agar dana desa dipakai dan disalurkan dengan benar. Ini sangat penting karena penyerapan dana desa berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Terkait kemungkinan adanya penyimpangan dana desa, Marwan menegaskan, sudah ada sistem pengawasan berlapis dan upaya-upaya yang sifatnya preventif. Sudah ada BPKP yang tersebar di desa-desa untuk penyiapan audit yang benar. Juga ada pendamping desa. Juga ada pemkab yang ikut mengarahkan.
"Jadi berlapis pengawasannya. Bahkan kejaksaan negeri kabupaten juga melakukan pelatihan bagaimana agar dana desa dipakai sesuai koridor. Langkah preventif sudah dilakuakan terus," katanya.
Marwan juga mengingatkan bahwa komitmen pemerintahan Jokowi-JK dalam menempatkan desa sebagai pondasi pembangunan nasional sudah sangat kuat. Bahkan postur APBN juga sudah memihak ke daerah, karena dana transfer daerah terus meningkan dan mencapai angka tertinggi sampai sejauh ini. Nilai dana transfer daerah itu saat ini sudah mencapai Rp700 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




