15 Napi Kabur Belum Tertangkap, Bandara Sentani Diperketat

Selasa, 17 Mei 2016 | 12:43 WIB
RI
B
Penulis: Robert Isidorus | Editor: B1
Ilustrasi.
Ilustrasi. (Antara)

Jayapura - Polres Jayapura melalui Polsek Kawasan Bandara Sentani tetap melakukan pengamanan terkait dengan 15 narapidana (napi) yang melarikan diri di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Narkotika Doyo Baru, Senin (16/5) pagi. Pengamanan akan dilakukan baik di terminal maupun di tempat - tempat penerbangan perintis.

Kapolsek Kawasan Bandara Sentani, Iptu Wilston Ricard Latuasan mengatakan, pihaknya akan melakukan penjagaan yang ketat terhadap setiap terminal penumpang ataupun penerbangan perintis untuk mengantisipasi adanya napi yang kabur melalui jalur udara terutama melalui jalur perintis.

"Mereka ke 15 napi belum ditemukan untuk itu kami akan memperketat wilayah penerbangan terutama di tempat- tempat penerbangan perintis yang notabene belum memakai xray dan penumpang sering naik melalui jalur penerbangan perintis, sehingga kami tetap memperketat pengamanan di sana," kata Wilston di ruang kerjanya, Selasa (17/5) siang.

Wilston menambahkan, setiap penerbangan perintis akan ditempatkan anggota minimal dua orang, sehingga dapat menjaga dan mengantisipasi napi yang akan kabur melalui jalur udara. Selain itu, setiap foto dan nama dari napi yang kabur akan ditempelkan di setiap terminal penumpang, maupun tempat penerbangan perintis sehingga bisa dikenali masyarakat jika ada napi yang kabur melalui bandara.

"Kami akan tempelkan wajah dan nama dari 15 napi yang kabur dan di setiap terminal penumpang dan di tempat penerbangan perintis mulai dari Tariku sampai ke Associated Mission Aviation (AMA),"ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya sebanyak 16 napi dan tahanan Lapas Narkoba, Doyo Baru, Senin (16/5) pagi kabur saat pergantian petugas jaga. Kapolres Jayapura, AKBP Gustaf Urbinas saat dikonfirmasi, Senin (16/5) sore membenarkan kejadian tersebut, bahwa kaburnya 16 napi dan tahanan itu terjadi saat pergantian petugas piket sekitar pukul 8.00 WIT.

"Benar kami mendapat laporan bahwa ada 16 orang napi dan tahanan kabur, saat pergantian petugas piket, saat ini kami sudah menurunkan petugas untuk melakukan pengejaran terhadap napi kabur ini," katanya.

Disinggung bagaiman cara tahanan kabur? Kapolres menyampaikan, para napi kabur dengan cara merusak kawat duri yang ada di tembok kamar mandi. "Kemudian menaiki pagar teralis untuk melarikan diri, saat ini aparat kepolisian di-backup petugas lapas sementara melakukan pencarian di belakang lapas."ungkapnya.

Napi yang kabur adalah Amros Bewangkir, Dominikus Tombori, Rian, Desmond Mozi, Zakias Ante (PNG), Rafael Gabse, Joshua Tuna, Jakson Sarwa, Irvendi, Demianus Bisai, Edison Nusa (PNG), Jack Ake (PNG), Austin Terens (PNG), Jack Sailes (PNG), Neles (PNG),Waren Sinoa (PNG).

Kapolres menambahkan, dari 16 napi yang kabur saat ini petugas kepolisian sudah berhasil menangkap 1 tahanan yakni Waren Sinoa (PNG).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon