Festival Jelang HUT Lalu Lintas 61 Polri

Pembentukan Karakter Memicu Disiplin Berkendara

Minggu, 18 September 2016 | 12:41 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Kegiatan Festival HUT Lalu Lintas 61th di CFD Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu 18 September 2016. Ki-Ka: Group Head of Marketing Beverages PT Sayap Mas Utama Aristo Kristandyo, Kombes Pol Unggul (Korlantas), Kombes Pol Syamsul Bahri Dirlantas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Suntana Wakapolda Metro Jaya, Martha Silalahi Head of Project dan Rafael Pasaribu Penyelenggara.
Kegiatan Festival HUT Lalu Lintas 61th di CFD Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu 18 September 2016. Ki-Ka: Group Head of Marketing Beverages PT Sayap Mas Utama Aristo Kristandyo, Kombes Pol Unggul (Korlantas), Kombes Pol Syamsul Bahri Dirlantas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Suntana Wakapolda Metro Jaya, Martha Silalahi Head of Project dan Rafael Pasaribu Penyelenggara. (Istimewa)

Jakarta - Dalam mewujudkan kondisi lalu lintas jalan yang aman dan selamat, partisipasi aktif publik tentunya harus dilibatkan. Polisi lalu lintas (Polantas) tidak bisa berjalan sendiri membendung perilaku pengguna jalan yang memicu kecelakaan lalu lintas jalan.

"Salah satu peran masyarakat adalah mengajarkan tertib berlalulintas sejak usia dini di lingkungan keluarga," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Syamsul Bahri, di sela acara HUT Lalu Lintas ke-61, di Jakarta, Minggu (18/9) pagi.

Karena itu, kata dia, HUT Lalu Lintas tahun 2016 sangat berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, Kepolisian dibantu oleh pemerhati pendidikan dan lalu lintas.

"HUT Lalu Lintas tahun ini dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan berlalulintas jalan," ujar dia.

Syamsul Bahri menjelaskan, di wilayah Polda Metro Jaya, setiap hari terjadi sekitar 18 kecelakaan lalu lintas jalan. "Akibat kecelakaan itu setiap hari dua orang tewas di jalan raya," tambahnya.

Sementara itu, Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Suntana, mengatakan, tertib dan disiplinnya pengguna jalan menjadi cermin disiplin dan tertibnya masyarakat.

"Salah satu penelitian menyebutkan, jika masyarakat tak tertib di jalanan, maka itu kepribadian bangsa yang buruk," kata Suntana.

Kalangan pendidik dan orangtua, kata Suntana, adalah contoh awal dari kedisiplinan dalam berkendara. Ia menyindir, masih banyaknya orangtua, termasuk juga anggota polisi yang masih melanggar aturan lalu lintas.

"Kita harus jadi contoh dan tauladan yang baik bagi masyarakat, pendidikan dini tak akan mampu jika orang tua masih memberikan contoh yang buruk," ucap Suntana. Selain melibatkan kalangan pendidikan, tambahnya, upaya menekan fatalitas kecelakaan lalu lintas juga melibatkan media massa dan kalangan swasta.

Terkait media massa, Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan media visit ke beberapa media nasional yang berkantor di Jakarta.

"Kalangan media adalah sahabat sekaligus cermin untuk kepolisian dapat berkaca tentang kekurangan dan kelebihan anggota serta menjadi jembatan kepada masyarakat dalam menyampaikan program kegiatan kami untuk ke masyarakat," kata Syamsul Bahri.

Group Head of Marketing Beverages PT Sayap Mas Utama (Wings Food), Aristo Kristandyo, mengatakan, kalangan swasta juga dapat berperan dalam kampanye keselamatan berkendara.

"Diperlukan kedewasaan dan menjadi diri sendiri dalam berkendara, dan tidak terpancing emosi di jalanan yang sangat riuh dan ramai," tambahnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon