Menkopolhukam Kutuk Penembakan Pesawat di Mulia

Minggu, 8 April 2012 | 13:25 WIB
RT
B
Penulis: Roy Triono | Editor: B1
Menkopolhukam Djoko Suyanto menjawab pertanyaan wartawan dalam jumpa pers (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus)
Menkopolhukam Djoko Suyanto menjawab pertanyaan wartawan dalam jumpa pers (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus)
Penyerangan tersebut telah mengotori upaya perdamaian dan prioritas pembangunan di Papua. 

Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam), Djoko Suyanto mengutuk aksi penembakan terhadap pesawat Twin Otter, milik Trigana Air, di Mulia, Ibu Kota Kabupaten Puncak, Jaya, Papua, Minggu (8/4). Penyerangan tersebut, lanjutnya, telah mengotori upaya perdamaian dan prioritas pembangunan di Papua. 

Menurut dia, pelaku penyerangan harus ditindak tegas. Sehingga, tidak kian meresahkan masyarakat.

"Pelaku tindakan kekerasan dan teror kepada masyarakat sipil dan jasa penerbangan seperti ini harus dihentikan. Kini, tim gabungan Polri dan TNI tengah melakukan pengejaran para pelaku," ujar Djoko di Jakartaq.   

Seperti diketahiu, penembakan terhadap pesawat Twin Otter milik Trigana di Mulia, ibu kota Kabupaten Puncak Jaya terjadi pagi tadi. Seorang wartawan, Latoge Kogoy tewas tertembak di leher.

Selain Latoge, timah panas juga mengenai Pilot Bebi Astek. Dia tertembus peluru di kaki. Juga, Co-pilot Willy yang terkena serpihan peluru di jari.

Tembakan tersebut membuat pesawat tak terkendali, hingga akhirnya menabrak gudang di lapangan terbang.
 
Korban selanjutnya yaitu seorang wanita yang belum diketahui identitasnya. Dia tertembak pada bagian tangan. Saat ini seluruh korban berada di RSUD Mulia untuk dirawat intensif.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon